Moneter.co.id – Perusahaan perbankan HSBC mencatatkan lompatan besar
pertumbuhan laba, dengan pengaruh terbesar berasal dari pertumbuhan bisnis di
Asia. Laba bank yang berpusat di Inggris tersebut melaporkan laba kuartal sebelum pajak mencapai sebesar USD4,6 miliar secara tiga bulanan hingga akhir
September 2017.
Dilansir dari BBBC, angka
tersebut menandai peningkatan besar mencapai 448% dari USD843 juta yang
berhasil diraih pada periode yang sama tahun lalu. Pada saat itu HSBC mengalami
krisis setelah mengalami penurunan USD1,7 miliar akibat dari penjualan unit di
Brazil.
Kepala Eksekutif HSB Stuart Gulliver mengatakan, hasil terbaru sesuai dengan ekspektasi pasar dan
dibantu oleh pemotongan biaya dan fokus di Asia.
“Kami pivot Asia adalah
mengarahkan keuntungan yang lebih tinggi dan pinjaman pertumbuhan, terutama di
Hong Kong dan Pearl River Delta,” ujarnya.
Penghasilan perusahaan mendapatkan dorongan dari
premi yang lebih tinggi dari asuransi dan aset manajemen bisnis di Asia. Saham
HSBC terlihat meningkat lebih dari 1% dalam perdagangan sore di Hong Kong
setelah mengumumkan update penghasilan.
Sejak krisis keuangan 2008, HSBC telah memangkas
pekerjaan dan menjual beberapa aset mereka untuk membuat grup lebih
menguntungkan, sementara perusahaan masih membuat pembayaran dividen kepada
pemegang saham. Bank terus mencatatkan pertumbuhan positif di Asia, untuk
menjadi salah satu yang tercepat.
Sementara, Chairman Baru Mark Tucker menjelaskan, hal tersebut telah menjadi bagian dari strategi
untuk memperluas bisnis dan menggantik kerugian. “Untuk mengembangkan
dibutuhkan kunci untuk memastikan kita membangun dan meningkatkan HSBC dan
menjadi momentum sekarang,” ujarnya.
Inisiatif tersebut akan dipimpin oleh CEO Flint
yang mengambil alih setelah keluarnya Kepala Eksekutif HSBC Stuart Gullive dan
akan memulai peran barunya Februari, mendatang.
“Bank harus
berinovasi dan mempercepat laju perubahan yang diperlukan untuk memenuhi
harapan para pemegang saham, nasabah dan karyawan,” tegas Flint.
(TOP)




