Kamis, Maret 5, 2026

Implementasi Generasi Keempat, Kemenperin Kembangkan Litbang dan Bangun Pusat Inovasi

Must Read

Moneter.co.id – Kementerian Perindustrian akan melakukan
revitalisasi kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) serta berupaya
membangun pusat inovasi dalam mendukung implementasi revolusi industri generasi
keempat di Tanah Air sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Langkah strategis
ini dapat memperkuat daya saing industri manufaktur nasional di kancah global melalui
peningkatan nilai ekspor, produktivitas, dan kompetensi sumber daya manusia
(SDM).

 

“Untuk mendorong hal ini, Badan
Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI)
terus berdiskusi
dengan para stakeholder, mulai dari kementerian dan lembaga terkait, pemerintah
daerah, pelaku usaha, asosiasi
industri, hingga akademisi,” kata
Kepala BPPI Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Rabu (30/5).

 

Ngakan menjelaskan, guna merevitalisasi kegiatan
litbang, Balai Besar serta Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand
Industri) sebagai unit pelayanan teknis (UPT) di lingkungan BPPI akan diarahkan
fokus melakukan kegiatan litbangnya sesuai kebutuhan lima sektor industri yang
menjadi percontohan pada tahap awal penerapan industri 4.0 di Indonesia.

 

“Kami punya 24 UPT litbang yang
bakal dipacu untuk mendukung lima sektor prioritas
industri
4.0, yakni industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, elektronik dan
otomotif,” paparnya.

 

Sementara itu, dalam upaya membangun pusat inovasi
yang sesuai konsep industri 4.0, Kemenperin berencana untuk menginisiasi
pembangunan Pusat Inovasi Makanan dan Minuman (PIMM).

 

“Pemilihan industri makanan dan minuman didasarkan
pada besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap ekonomi nasional, dan juga
tingkat kesiapan industri makanan dan minuman dalam menerapkan Industri 4.0
yang relatif lebih bagus,” jelas Ngakan.

 

Pada tahun 2017, industri makanan
dan minuman mampu berkontribusi mencapai 34,33 atau lebih dari
sepertiga
total nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas nasional.
Selanjutnya,
realisasi investasi sektor industri makanan dan minuman pada
tahun 2017 sebesar Rp38,54 triliun untuk
PMDN dan PMA di angka USD1,97
miliar.

 

Selain itu, lanjut Ngakan, industri
makanan dan minuman menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta banyak
perusahaan di antaranya yang telah menerapkan otomatisasi sehingga lebih mudah
meningkat ke penerapan industri 4.0.

 

“Sebagai inisiasi awal, pembangunan PIMM dilakukan
masih terbatas pada tahapan manufacturing
saja, namun pada fase selanjutnya akan diperluas hingga ke hulu atau on-farm,” imbuhnya.

 

Komponen-komponen yang akan dibangun di PIMM
tersebut, antara lain model factories,
mobile labs, sensors, capacity building,
assessment dan benchmarking, serta akses terhadap ketersediaan teknologi.

 

Ngakan meyakini, kehadiran PIMM nantinya dapat memberikan
dampak positif yang luas terhadap perekonomian nasional, di antaranya adalah penguatan
kapasitas Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), menghubungkan penyedia
teknologi dengan praktisi industri, meningkatkan kapasitas SDM, dan berperan
sebagai model factory.

 

“Pembangunan PIMM
juga membuktikan keseriusan pemerintah dalam menjalankan industri 4.0,”
tegasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img