Kamis, Januari 15, 2026

Indonesia – Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kendaraan Listrik

Must Read

Moneter.id – Indonesia dan Jepang terus menjalin kerja
sama dalam upaya pengembangan industri otomotif, termasuk mendorong percepatan
produksi kendaraan yang ramah lingkungan. Langkah strategis ini diwujudkan
melalui sinergi antara Kementerian Perindustrian RI dengan Kementerian Ekonomi,
Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI)
Jepang.

“Mereka memberikan gambaran tentang
pengembangan industri kendaraan listrik. Adapun yang kami bahas, antara lain
mengenai kebijakan pengembangan industri otomotif kedua negara. Selain itu, tren
dan aktivitas penggunaan kendaraan listrik serta pengembangan baterai di
dunia,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan
Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Harjanto pada acara The 2nd Indonesia –
Japan Automotive Dialogue di Bali, Jumat (13/12).

Dirjen ILMATE menjelaskan, pelaksanaan
kegiatan tersebut guna saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai standardisasi
dan regulasi teknis yang diimplementasikan di kedua negara. Salah satunya
adalah pemanfaatan energi baru terbarukan (biofuel).

“Kami juga mendapatkan input dari mereka
khususnya untuk implementasi B30. Misalnya, mereka memberikan masukan tentang bagaimana
mendapatkan fuel yang berkualitas lebih baik. Contohnya, campuran Fatty
Acid Methyl Ester
(FAME)-nya itu ada proses lanjutan, sehingga akan
menghasilkan proses hydrogenated vegetable oil,” ujarnya.

Bahkan, menurut Harjanto, kedua belah pihak
membicarakan terkait perkembangan investasi dan insentif untuk pengembangan
industri kendaraan listrik. Apalagi, Indonesia – Jepang telah lama menjadi
mitra strategis dalam menjalin kerja sama ekonomi.

Di sektor alat transportasi, Jepang merupakan
investor terbesar di Indonesia sampai dengan triwulan III
/2019, dengan nilai sebesar
Rp7,46 Triliun.

Pada
sektor otomotif, Jepang juga adalah salah satu kisah sukses dari para investor
yang ingin terus menanamkan modalnya di Tanah Air, di mana produsen otomotif
jepang skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk
memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor

“Kami sampaikan, pemerintah Indonesia telah
menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor
73 Tahun 2019, yang bertujuan mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik.
Kami jelaskan secara komprehensif kepada mereka, sehingga bisa mendapatkan
pemahaman yang jelas,” paparnya.

Harjanto menambahkan, guna menarik investor dalam
pengembangan kendaraan listrik ini, Pemerintah Indonesia akan memfasilitasi
pemberian insentif fiskal seperti tax holiday. “Di antaranya kami fokus membidik
investasi untuk pembuatan baterai, electric motor, dan power control
unit
, yang menjadi tiga komponen utamanya. Insentif tersebut diberikan sepanjang
investasi mereka sekitar USD50 juta atau mereka melakukan proses industrialisasi
di dalam negeri,” imbuhnya.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi,
dan Alat Pertahanan, Kemenperin RI, Putu Juli Ardika menyampaikan, pihaknya sedang
ditugaskan untuk menyusun empat Peraturan Menteri Perindustrian. Ini sebagai regulasi
turunan pada Perpres No.55/2019 tentang tentang Percepatan Program Kendaraan
Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi
Jalan.

“Aturan tersebut antara lain terkait roadmap
industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi tentang skema CKD, IKD dan part
by part
,” ungkapnya. Putu pun mengemukakan, dalam upaya mengakselerasi
produksi kendaraan listrik, pemerintah menargetkan pada tahun 2022 Indonesia mampu
memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

“Sudah banyak investor yang komitmen ingin
memproduksinya, termasuk bahan bakunya. Untuk itu, kami akan mempercepat
menyusun aturan-aturannya. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik
untuk transportasi umum,” tandasnya.

Potensi industri otomotif di Indonesia saat
ini, ditopang melalui 18 pabrikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang
telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 2,26 juta unit per tahun
dan jumlah tenaga kerja sebanyak 38 ribu orang.

Dari sisi produksi dan penjualan otomotif
nasional, pada 2013 hingga 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit
per tahun. Hal ini tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh
sejalan dengan peningkatan produksi tersebut.

“Dengan tren industri mobil listrik di kancah
global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20
% dari total produksi pada
tahun 2025. Artinya, nanti ada 400 ribu unit,” ujar Putu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img