Moneter.co.id – Dow Packaging and Specialty Plastics (P&SP), unit usaha dari The Dow
Chemical Company, bekerja sama dengan
Asosiasi Industri Olefin Plastik & Aromatik Indonesia (INAPLAS), Asosiasi
Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), PT Polytama Propindo (produsen
bahan baku plastik Polipropilena /resin PP), Institut Teknologi
Bandung (ITB) dan pemerintah Indonesia melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap proyek
penggunaan limbah plastik dalam
pembuatan jalan di Indonesia yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi polusi laut dan mengembangkan sebuah ekonomi berkesinambungan (circular economy),
Guna mengurangi limbah sampah plastik di laut sebesar 70% pada tahun 2025, ADUPI akan terus menyediakan bahan limbah plastik yang
diperlukan, dan bersama-sama dengan teknologi yang dimiliki Dow, akan bekerja
sama dengan berbagai pihak untuk mengubah bahan limbah plastik menjadi bahan
pembuatan jalan yang sesuai dengan pembangunan berkelanjutan.
Pada KTT Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Summit) yang
diadakan awal bulan ini, pencemaran plastik
diakui sebagai masalah bumi, menimbang banyaknya ekologi laut dunia yang terancam
oleh pencemaran jenis ini.
Berdasarkan penelitian, limbah plastik di Indonesia akan mencapai 9,52 juta ton
pada tahun 2019,
yang setara dengan 14% dari total limbah yang akan dihasilkan di
Indonesia. Padahal, limbah plastik sebanyak itu dapat dimanfaatkan
untuk membuat jalan sepanjang 190.000 kilometer.
Bambang Candra, Asia Pacific Commercial Vice President,
Dow Packaging and Specialty Plastics mengatakan, produsen tidak membuat plastik dengan maksud
melihatnya terbuang di laut dan kami menyadari peran besar yang harus dimainkan
oleh sektor industri
untuk mengakhiri limbah plastik laut pada tahun 2035.
“Kami sangat senang dengan keberhasilan dari dan apa yang dijanjikan oleh proyek ini. Teknologi
yang ada di balik pembuatan jalan
dengan
mengunakan limbah plastik ini terbukti cukup sederhana untuk
diaplikasikan secara luas di Indonesia. Kami yakin teknologi ini akan dapat
mengurangi volume sampah plastik yang dihasilkan Indonesia,” katanya disiaran resminya, Kamis (04/01).
Percobaan pertama untuk jalan aspal
dengan menggunakan limbah plastik telah berhasil diselesaikan
di Depok, Jawa Barat
(Jabar), pada kuartal III/2017. Sebanyak 3,5 metrik ton bahan limbah plastik dicampurkan pada aspal untuk membuat
jalan sepanjang 1,8 kilometer, yang mencakup area seluas 9.781 meter persegi.
Hasil dari proyek selama dua bulan tersebut adalah sebuah jalan yang terbuat dari
limbah plastik yang lebih tahan lama dan kuat apabila dibandingkan dengan jalan-jalan yang dibuat pada umumnya.
Meski
jalan tersebut saat ini masih dalam proses pengujian oleh
PUSJATAN (Pusat Penelitian
dan Pengembangan Jalan dan Jembatan), namun Kementerian Koordinator Bidang
Kemaritiman RI telah mengidentifikasi proyek ini sebagai salah satu proyek
dengan kepentingan skala nasional.
Keberhasilan proyek ini merupakan kemajuan bagi Sasaran
Berkelanjutan 2025 yang dicanangkan Dow, yakni memajukan konsep ekonomi berkelanjutan (circular economy)
dengan
memberikan beragam solusi untuk masalah lingkungan, meningkatkan
kesadaran akan pentingnya daur ulang dan penggunaan kembali plastik, serta
menciptakan lingkungan bisnis yang berkesinambungan bagi produsen dan konsumen plastik.
(HAP)




