Kamis, Januari 15, 2026

Jelang Tahun Internasional Ekonomi Kreatif Dunia 2021, Kemenparekraf Gelar FCE 2020

Must Read

Moneter.id – Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar forum “The Friends of Creative Economy 2020” (FCE)
menjelang tahun internasional ekonomi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan
2021.

Forum FCE 2020 ini merupakan inisiasi bersama
Kemenparekraf/Baparekraf dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sebagai
ajang diskusi terkait resiliensi, revival, dan recovery untuk kemajuan ekonomi kreatif.

Wakil Menteri Kemenparekraf/Baparekraf, Angela
Tanoesoedibjo mengatakan, Indonesia harus mampu mendorong implementasi jelang
tahun internasional ekonomi kreatif dunia tahun 2021 secara efektif, bagi
pemulihan sektor ekonomi kreatif maupun ekonomi dunia.

Untuk itu, Indonesia mengusulkan tema “Inclusively Creative: A Global Recovery”
dalam pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif dunia 2021.

“Inklusivitas berasal dari keyakinan kami bahwa dengan
memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang latar belakang, ekonomi kreatif
akan menjembatani kekompakan antar masyarakat. Terlebih lagi pandemi ini telah
memicu disrupsi digital, dan kini saatnya mengatasi tantangan dan menangkap
peluang digitalisasi serta pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif,” kata
Wamen Angela dalam siaran pers yang diterima, Selasa (17/11/2020).

Dalam forum FCE 2020, Indonesia juga merencanakan
penyelenggaraan pertemuan dunia di sektor ekonomi kreatif, yaitu pertemuan
kedua World Conference on Creative
Economy
(WCCE), di Bali, Indonesia, pada pertengahan 2021.

Selain itu, forum FCE 2020 juga mengidentifikasi
sejumlah program dan inisiatif internasional untuk melaksanakan tahun
internasional 2021 dalam pencapaian Sustainable
Development Goals
(SDGs).

Sementara, Wakil Menteri Kemenlu, Mahendra Siregar,
menekankan pentingnya mengubah tantangan menjadi peluang dengan menghubungkan
sektor kreatif, meningkatkan akses industri kreatif kepada inklusi keuangan,
dan perlunya memperkuat kolaborasi internasional.

“Pelaksanaan tahun internasional ekonomi kreatif harus
bersifat inklusif dan berorientasi pada tindakan,” kata Wamenlu Mahendra.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerja Sama
Multilateral, Febrian Ruddyard, mengidentifikasi empat parameter utama bagi
pelaksanaan tahun internasional, yaitu inclusive,
innovative, meaningful and impactful.

Ia mengatakan keempat kunci tersebut penting untuk
memastikan bahwa pelaksanaan tahun internasional dapat memiliki kontribusi
nyata dalam menghidupkan kembali sektor kreatif menuju ketahanan yang kokoh dan
berperan dalam pemulihan global.

“Mari kita jaga momentum positif ini, perkuat semangat
untuk berpikir kreatif, dan berkolaborasi secara inklusif, agar kita dapat
terus membuat kemajuan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan
ekonomi kreatif,” ujar Febrian.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img