Rabu, Mei 20, 2026

J&T Express Pacu Logistik Hijau Lewat AI dan Kendaraan Rendah Emisi

Must Read

J&T Express mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 yang memuat berbagai langkah transformasi operasional perusahaan di tingkat global.

Melalui laporan tersebut, perusahaan menyoroti strategi pengembangan logistik hijau berbasis teknologi, penguatan perlindungan tenaga kerja, hingga perluasan program sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di tengah meningkatnya tuntutan efisiensi dan tekanan terhadap pengurangan emisi karbon di industri logistik, J&T Express mempercepat implementasi teknologi berbasis artificial intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi distribusi melalui optimalisasi rute, percepatan proses penyortiran, serta penguatan layanan last-mile delivery.

Sepanjang 2025, perusahaan juga memperluas kapasitas infrastruktur dengan membangun 14 kawasan logistik inti secara global dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Untuk mendukung efisiensi energi, perusahaan mengoperasikan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers dan lebih dari 400 conveyor hemat energi.

Langkah keberlanjutan juga diterapkan melalui perluasan penggunaan kemasan ramah lingkungan. J&T Express mencatat penggunaan 38,27 juta kantong transit reusable yang telah dipakai hingga 3,33 miliar kali sebagai bagian dari upaya pengurangan limbah operasional.

Transformasi menuju transportasi rendah karbon menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Di China, armada truk berbahan bakar LNG telah mencapai 1.697 unit atau sekitar 30% dari total armada. Sementara di Filipina, operasional perusahaan telah menggunakan 100% biodiesel B5, sedangkan di Singapura penggunaan truk listrik mencapai 6% dari total armada. Hingga akhir 2025, perusahaan juga telah mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan otonom untuk menunjang distribusi logistik.

Selain fokus pada aspek lingkungan, perusahaan juga memperkuat perlindungan dan pengembangan sumber daya manusia. Implementasi Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 di China mencakup lebih dari 290.000 pekerja dengan fokus pada perlindungan upah, pengembangan karier, serta transparansi sistem algoritma kerja.

Di bidang pengembangan talenta, perusahaan mencatat peningkatan jumlah kursus pelatihan digital hingga 60% sepanjang tahun lalu. Total jam pelatihan juga meningkat 2,8 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk memperkuat budaya keselamatan kerja, lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan telah digelar secara global dengan melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta.

Komitmen sosial perusahaan juga diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan bantuan kemanusiaan. Di Indonesia, J&T Express mengirimkan 13 ton bantuan ke wilayah terdampak banjir di Aceh melalui penerbangan khusus sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Perusahaan juga menjalankan program J&T Antar Inspirasi yang memberikan dukungan pendidikan kepada pelajar dan guru di sejumlah daerah. Selain itu, dalam rangka ulang tahun ke-10 perusahaan, J&T Express membagikan makanan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di berbagai kota serta mendistribusikan ribuan paket sembako dan melakukan revitalisasi fasilitas publik.

Dari sisi tata kelola, perusahaan memperkuat implementasi standar kepatuhan global yang mencakup anti-korupsi, anti pencucian uang, perlindungan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang. Seluruh direksi dan manajemen senior perusahaan tercatat telah mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, dan anti-korupsi dengan tingkat partisipasi penuh.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey mengatakan ESG kini bukan lagi sekadar konsep, melainkan telah menjadi bagian penting dalam strategi operasional perusahaan.

“Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan akan terus memperkuat pemanfaatan teknologi dan transparansi tata kelola ESG guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kementerian Ekraf Optimis Ekonomi RI Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img