J&T Express memperluas penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas operasionalnya. Memasuki tahun ke-11, perusahaan logistik tersebut mengolah kembali seragam kurir yang sudah tidak digunakan menjadi berbagai produk baru melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP).
Sebanyak 146 kilogram limbah tekstil berhasil diolah menjadi merchandise kit yang terdiri dari pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover. Dalam prosesnya, J&T Express menggandeng Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp.
Langkah tersebut menjadi upaya perusahaan memperpanjang masa guna material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Seragam operasional yang telah selesai digunakan terlebih dahulu melalui proses pembersihan sebelum diolah menjadi produk dengan fungsi baru.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Brand Manager J&T Express Herline Septia.
Dari proses upcycling tersebut, J&T Express memperkirakan dapat menghindari emisi sebesar 1,25 ton CO₂e. Angka tersebut setara dengan emisi dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh kurang lebih 5.000 kilometer.
Tak hanya berdampak terhadap lingkungan, program tersebut juga membawa dampak sosial. J&T Express dan Liberty Society melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksi merchandise.
Kolaborasi tersebut telah menciptakan sekitar 1.488 jam kerja produktif sekaligus memberikan kesempatan ekonomi dan mendukung peningkatan keterampilan para perempuan perajin.
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Melalui J&T SIP, J&T Express berupaya mengintegrasikan aspek lingkungan dan sosial ke dalam kegiatan bisnis. Pengolahan seragam bekas menjadi produk baru menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan dari material operasional sekaligus memberikan manfaat kepada komunitas yang terlibat.
Bagi perusahaan logistik dengan aktivitas operasional yang luas, pengelolaan material pascapakai menjadi salah satu bagian dari upaya membangun model bisnis yang lebih bertanggung jawab. J&T Express pun terus mengeksplorasi berbagai cara untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan.




