Selasa, Maret 17, 2026

Kang Emil: APBD 2019 Fokus Pada Delapan Program Prioritas Pembangunan

Must Read

Moneter.id – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (Kang
Emil) mengatakan kebijakan belanja daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah
(APBD) tahun anggaran 2019 akan difokuskan pada delapan program
prioritas pembangunan.

“Belanja daerah 2019 ini diupayakan dengan pengaturan
pola pembelanjaan akuntabel, proporsional, efisien dan efektif,” kata Emil
belum lama ini.

Kedelapan program prioritas pembangunan tersebut adalah
penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pemanfaatan modal alam untuk
pemantapan ketahanan pangan dan mendorong bisnis pertanian berkelanjutan,
peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan industri dan pariwisata.

Kemudian peningkatan interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan dan
infrastruktur, peningkatan akses dan kualitas pendidikan rintisan wajib belajar
12 tahun, kesehatan dan pelayanan dasar perumahan/ permukiman, peningkatan
kualitas lingkungan hidup dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Lalu peningkatan modal sosial masyarakat untuk peningkatan
daya saing dan penguatan reformasi dan birokrasi.

Sedangkan untuk pembiayaan pada APBD 2019, lanjut Emil,
terdapat sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya atau Silpa
sebesar Rp2,25 triliun.

Pemprov Jabar juga memberikan penyertaan modal sebesar Rp76,8
miliar kepada Bank BJB.

Gubernur Emil berharap Rancangan APBD TA 2019 tersebut
ditetapkan oleh DPRD dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan selesai
dengan jadwal yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Emil, pihaknya menyampaikan arah kebijakan
anggaran tahun 2019 yang terdiri atas kebijakan pendapatan, belanja dan
pembiayaan.

Disampaikannya, perkiraan pendapatan daerah tahun 2019
sebesar Rp34,882 triliun lebih dan terjadi kenaikan sebesar Rp2,921 triliun
lebih atau naik 9,14% dibandingkan dengan target pada APBD murni 2018 sebesar
Rp31,961 triliun lebih.

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli
Daerah (PAD) yang diperkirakan sebesar Rp19,765 triliun, naik 12,40%
dibandingkan target pada APBD murni 2018 sebesar Rp17,584 triliun.

Sumber pendapatan yang kedua berasal dari dana perimbangan
yang diperkirakan sebesar Rp15,052 triliun, naik 4,92% dibandingkan target pada
APBD murni 2018 sebesar Rp14,345 triliun.

Kemudian dari lain-lain pendapatan yang sah diperkirakan
sebesar Rp64,623 miliar, naik 107,67% dibandingkan target pada APBD murni 2018
sebesar Rp31,118 miliar. 
“Untuk belanja daerah tahun anggaran 2019 diperkirakan
sebesar Rp37,055 triliun, meningkat sebesar Rp3,094 triliun atau naik 9,11%
dibandingkan pada APBD murni 2018 sebesar Rp33,961 triliun,” ucap Emil.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Antisipasi Lonjakan Trafik Digital Sepanjang Idulfitri, Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional

Menyambut periode libur panjang Idulfitri 1447 H, Lintasarta memastikan kesiapan penuh infrastruktur digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjaga...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img