Moneter.id – Staf Khusus Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal
dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Febby Dt Bangso menyatakan penggunaan dana
desa tidak hanya untuk kegiatan fisik semata. Namun, bisa juga dioptimalkan
untuk mencegah bayi
tumbuh pendek (stunting).
“Tapi
juga pengembangan ekonomi masyarat dan peningkatan kualitas hidup
masyarakat,” ucap Febby, Kamis (17/1).
Febby
menjelaskan, dalam meningkatan kualitas hidup masyarakat peran kader Posyandu
sangat besar. Keberadaan dana desa dapat dimanfaatkan bagi peningkatan hidup
masyarakat desa menjadi lebih baik.
“Dengan
adanya kegiatan Raker Kader Posyandu Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam di
Grand Rocky Hotel Bukittinggi sebagai bentuk penguatan wawasan kader dalam
membangun sumber daya manusia melalui kesehatan masyarakat dan diharapkan para
kader lebih meningkatkan kerja sama antar lembaga,” paparnya.
Menurutnya, saat
ini persoalan stunting perlu
mendapatkan perhatian bersama, Sumbar berada di atas rata-rata nasional yakni
sebesar 30,08%. Untuk itu perlu langkah pencegahan dilakukan,” ucapnya.
Febby
menambahkan, stunting ini disebabkan masalah
gizi kronis, akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. “Stunting pada umumnya terjadi karena
asupan makan yang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga
anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari standar usianya,” bebernya.
“Untuk itu,
para kader Posyandu memiliki tugas untuk peningkatan kesehatan anak, khususnya
bayi atau balita karena dengan mengoptimalkan dana desa,” ujarnya.
“Kita ingin
meminimalkan kasus stunting dan salah satu caranya adalah bersinergi dengan
program Kemendes PDTT dan menjadikan posyandu ini berbasis online untuk
memudahkan pelayanan,” tutupnya.




