Jumat, Mei 8, 2026

Kementerian PUPR Bangun 5 Km Tanggul Sungai Cimanuk dan Check Dam Cegah Banjir Bandang di Garut

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tanggul Sungai Cimanuk dan
anak Sungai Cimanuk seperti Cibarengkok dan Cikajang
  sepanjang total 5 Km pada tahun 2017-2018. Pembangunan
tanggul ini sebagai bentuk tanggap darurat pasca banjir bandang yang terjadi di
Kota dan Kabupaten Garut, Jawa Barat pada 20 September 2016 silam.

Pembangunan
tanggul dilakukan di Kecamatan Karangpawitan, Garut Kota, Tarogong Kidul,
Cikajang, dan Pasir Wangi. Selain tanggul, Kementerian PUPR melalui Balai Besar
Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung juga membangun 4 buah Check Dam di
hulu sungai untuk menahan laju sedimentasi ke hilir.

Kepala
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Happy Mulya mengatakan
pembangunan tanggul dan check dam dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 dengan
total biaya sebesar Rp 110,8 miliar.

“Dengan
sedimentasi yang tinggi, Sungai Cimanuk membutuhkan 30 check dam, sekarang
sudah selesai 4 buah,” kata Happy.

Menurut
Happy untuk mencegah terulangnya banjir bandang di Garut, pembangunan
infrastruktur pengendali banjir juga perlu diiringi dengan penataan kawasan
resapan di daerah hulu Sungai Cimanuk.

Daerah
Aliran Sungai (DAS) Cimanuk termasuk DAS kritis dimana sekitar 100 ribu hektar
atau 30% daerah tangkapan airnya mengalami kerusakan. Di hulu DAS terjadi
perubahan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tanaman keras menjadi perkebunan
tanaman hortikultura seperti wortel, kentang dan akar wangi.

“Akibatnya
air hujan tidak bisa terserap optimal ke dalam tanah dan mengakibatkan semakin
banyak aliran air permukaan yang masuk ke Sungai dengan membawa sedimen.
Sementara di hilir sungai juga terjadi penyempitan sungai akibat permukiman,”
kata Happy.

Sebagaimana
diketahui, pada 20 September 2016 lalu, Garut mengalami banjir bandang yang
mengakibatkan sekitar 35 orang meninggal dunia, 633 rumah terendam, 54 rumah
hanyut, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Banjir
juga merusak tanggul banjir di Kaum Lebak sepanjang 50 meter dan Sukajaya
sepanjang 250 meter. Untuk mengenang dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya menjaga DAS Cimanuk dibangun Tugu Peringatan Banjir Bandang Sungai
Cimanuk.

Presiden
Joko Widodo (Jokowi) pada saat meninjau kawasan terdampak banjir bandang Garut,
Jawa Barat, Kamis (29/9/2016) memerintahkan untuk melakukan penataan hulu
Sungai Cimanuk melalui konservasi tanah dan air serta penataan ruang.

Selain
itu, perbaikan tanggul Sungai Cimanuk serta pembangunan dua tower rumah susun
sederhana sewa (rusunawa) bagi korban bencana banjir bandang.

Sementara,
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada saat meninjau langsung ke lokasi banjir
bandang  (23/9/2016) mengatakan rusaknya
vegetasi di kawasan DAS menjadi slaah satunya penyumbang terjadinya bencana
banjir dan tanah longsor. “Untuk memperbaiki DAS kritis, dibutuhkan peran
serta semua pihak,” kata Menteri Basuki.

Selain
itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan bekerjasama dengan
pemerintah Kabupaten Garut membangun 2 tower Rusun di Kecamatan Margawati bagi
korban banjir.

Pembangunan
rusun ini menghabiskan biaya sebesar Rp 44,5 miliar dengan jumlah 140 unit dan
telah dilengkapi meubelair, air bersih dan listrik. Saat ini Rusun tersebut
sudah dihuni warga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bekasi-Karawang Kehabisan Ruang, Investor Industri Mulai Serbu Purwakarta dan Subang

Peta kawasan industri di sekitar Jakarta mulai berubah. Kawasan yang selama ini menjadi tulang punggung industri manufaktur nasional seperti...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img