Moneter.id – Kementerian Perindustrian melalui
salah satu unit pendidikan vokasinya, Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (AK
Tekstil) Surakarta mencetak lulusan sebanyak 157 orang
pada tahun 2018. Mereka yang memiliki kompetensi di bidangnya, sebagian
besar telah terserap kerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sebelum
wisuda.
“Seluruh lulusan yang telah menyelesaikan
pendidikan di AK
Tekstil Solo tahun ini sudah diterima bekerja di 10 perusahan tekstil. Keberhasilan ini
merupakan hasil kerja sama antara AK Tekstil Solo dengan para industri tekstil,”
kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar pada acara Wisuda AK Tekstil
Solo Tahun 2018, Sabtu (24/11).
AK Tekstil Solo telah meluluskan angkatan pertamanya pada
tahun 2015 sebanyak 102 orang, serta untuk angkatan kedua (2016) dan ketiga (2017),
jumlah lulusan mencapai 400 orang.
“Pendidikan
di AK Tekstil Solo merupakan Program Diploma II, terdiri dari tiga program
studi, yaitu Teknik Pembuatan Benang, Teknik Pembuatan Kain Tenun, dan Teknik
Pembuatan Garmen,” tutur Haris.
Metode
pembelajaran yang dijalankan
di AK Tekstil Solo mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yang
setiap semester selama kurun 2,5 bulan menerapkan
pembelajaran
teori dan praktik di kampus, serta dilanjutkan 2,5 bulan untuk praktik
kerja di perusahaan.
“AK
Tekstil Solo ini merupakan pilot project
pengembangan pendidikan vokasi yang mengadopsi konsep dual system dari Jerman, yaitu mengintegrasikan pendidikan di
kampus dan di industri sehingga lulusan yang dihasilkan benar-benar siap
kerja,” paparnya.
Bahkan, dalam
rangka menyiapkan
penyediaan sumber daya manusia (SDM)
industri TPT yang terampil di era digital, AK Tekstil Solo juga melakukan redesign kurikulum terkait dengan implementasi industri 4.0.
“Pengembangan
program studi yang dilakukan,
antara lain penelitian
terapan yang terkait dengan fuctional
textile dan pengembangan on line
learning,” imbuhnya.
Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri
tekstil dan pakaian ditetapkan sebagai satu dari lima sektor manufaktur yang
akan menjadi pionir dalam memasuki era revolusi industri 4.0 di Tanah Air. Sebab,
industri TPT selama ini berperan penting dalam memberikan kontribusi signifikan
bagi ekonomi nasional. Maka itu dipilih dan diprioritaskan pengembangannya agar
lebih berdaya saing global.
“Industri TPT memiliki peranan strategis, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku
(seperti serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi), mempunyai keterkaitan
baik antar industri maupun sektor ekonomi lainnya,” jelas Haris.
Merujuk data
Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III tahun 2018, industri tekstil dan pakaian tumbuh
sebesar 10,17%. Kinerja gemilang ini tertinggi
di kelompok sektor manufaktur dan mampu melampaui
pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,15% di periode
yang sama.
Hingga saat ini, industri TPT di
dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau
21,2% dari total tenaga kerja di sektor industri
manufaktur. Selanjutnya, sektor padat karya berorientasi ekspor
ini temasuk penghasil devisa negara yang cukup besar melalui
nilai ekspor
mencapai USD6,48 miliar pada triwulan II/2018.
Selain
melalui lulusan AK Tekstil Solo, Kemenperin juga mencetak SDM
industri TPT yang kompeten melalui Politeknik STTT
Bandung. Tahun ini, Politeknik STTT Bandung telah mewisuda lulusannya
sebanyak 369 orang.
Mereka terdiri dari 286 orang lulusan
Program Diploma IV atau Sarjana Terapan serta 83 orang lulusan Program Diploma
I hasil kerja sama dengan Asosiasi dan perusahaan industri tekstil.
“Sebanyak 70% lulusan sudah
terserap kerja di industri, sebelum waktu tiga bulan wisuda. Kami berharap,
dalam waktu 3-6 bulan ke depan, seluruh lulusannya sudah bekerja atau
melanjutkan program pendidikan tingkat yang tinggi,” ungkap Haris.
Sedangkan,
untuk memenuhi tenaga kerja industri TPT tingkat operator, Kemenperin
menyelenggarakan diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan
kerja). Pada tahun 2017, program tersebut diikuti 7.764 peserta dan untuk tahun
ini sudah menembus hingga 11.200 orang.




