Minggu, Maret 1, 2026

Kementan Klaim Agribisnis Holtikultura Bisa Dongkrak Pendapatan Petani

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa pengembangan agribisnis hortikultura
terbukti mampu mendongkrak pendapatan petani.

“Jika
digeluti serius dan berkesinambungan, hasil hortikultura seperti cabai, bawang
merah, buah-buahan, aneka sayuran daun, tanaman obat, hingga jamur akan
menghasilkan pendapatan yang berlipat-lipat,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman
Obat Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto beberapa waktu lalu.

Prihasto
mengatakan, kemampuan subsektor hortikultura mendongkrak pendapatan petani
telah dibuktikan oleh Labenne, anggota kelompok tani Bintang Baru di Kelurahan
Taenno Bawah, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku. Labenne fokus
membudidayakan cabai rawit merah di lahan tegalan.

Prihasto
mengaku bangga dengan petani yang gigih menanam cabai. Pasalnya, ini
membuktikan bahwa menanam cabai itu sangat menguntungkan.

“Dengan
catatan, petani harus mau berkelompok dan mau menerapkan manajemen pola tanam
supaya pasokan dan harga bisa dijaga stabil,” katanya.

Dari
penanaman 6.000 batang cabai rawit varietas Dewata 43 mampu menghasilkan
pendapatan bersih 120 juta/tahun. Itu dari luas lahan garapan yang hanya 0,3
hektare dengan modal 20-30 juta, hasil yang diraup minimal Rp120 juta/tahun.

“Dengan
sistem mulsa, saya bisa panen sampai 20 kali setiap musim tanam dengan hasil
rata-rata 1 kilogram per pohon. Dengan harga jual stabil Rp30 ribu per kilo di
petani, jujur saya bisa dapat minimal Rp120 juta bersih setahun,”
ungkapnya.

Karena
itu, Labenne menegaskan bahwa menanam cabai rawit saat ini menjadi pilihan
primadona petani di sekitar Teluk Ambon, Maluku. Hal itu terbukti dari
hasilnya yang jauh lebih tinggi dibanding menanam sayuran lainnya.

“Sebelumnya,
kami hanya tanam kacang panjang, hasilnya tidak seberapa. Tapi, sejak
Kementerian Pertanian gencar menggalakkan program tanam cabai, mulai 2015
hingga saat ini petani memilih tanam cabai,” terangnya.

Sementara,
Sekretaris Dinas Pertanian Maluku, Djasmin Badjak, menyebutkan Provinsi Maluku
saat ini sudah mampu swasembada cabai, khususnya untuk jenis cabai rawit merah.
Terbukti, puasa dan Lebaran tahun ini harganya stabil di kisaran Rp30 ribu
hingga Rp40 ribu per kg.

“Harganya
juga sangat bersahabat dengan petani sehingga mereka semakin semangat
mengembangkan cabai rawit,” ucapnya.

Berdasarkan
data Dinas Pertanian Maluku, sambung Djasmin, kebutuhan cabai rawit di Kota
Ambon per tahun sekitar 750 ton. 
“Seluruhnya
bisa dipenuhi petani lokal Maluku, terutama dari daerah Teluk Ambon, Pulau
Buru, dan Seram,” pungkasnya.

 

 

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img