MONETER –
Emiten perkebunan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) meraih laba periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 806,32 miliar sampai
dengan kuartal III-2022. Raihan ini tumbuh 58,20 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 509,66
miliar.
“Perseroan membukukan penjualan Rp 3,91 triliun, naik tipis
dari sembilan bulan tahun lalu sebesar Rp 3,90 triliun. Namun, beban pokok
penjualan berkurang dari Rp 2,71 triliun menjadi Rp 2,38 triliun
hingga kuartal III-2022,” tulis perseroan dalam laporannya, Senin (31/10/2022).
Perseroan juga mencata kenaikan laba bruto periode 30
September 2021 di Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,52 triliun. Sementara laba usaha
sampai kuartal III-2022 sebesar Rp 1,22 triliun atau tumbuh dari periode sama tahun
sebelumnya Rp 933,85 miliar.
Selain itu, perseroan juga mencatat kenaikan aset dari
sebelumnya Rp 9,75 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp 10,38 triliun per 30
September 2022. Untuk liabilitas per 30 September 2022 naik tipis jadi Rp 5,23
triliun, sedangkan di 31 Desember 2021 jumlahnya Rp 5,15 triliun.
Kemudian ekuitas (neto) SGRO pada 30 September 2022
terhitung sebanyak Rp 5,15 triliun. Pada 31 Desember 2021 jumlahnya sebesar Rp
4,59 triliun.
Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 400-600 miliar. Anggaran
capex tahun ini lebih besar dari tahun 2021.




