Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta kunjungan, meningkat 9,99 persen dibandingkan Juni 2026 dan naik 2,95 persen dibandingkan Juli 2025.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 8,98 juta kunjungan, atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah sempat menurun dari 1,19 juta kunjungan pada Januari menjadi 1,09 juta pada Maret, jumlah wisman kembali meningkat pada April hingga Juli, masing-masing menjadi 1,25 juta, 1,38 juta, 1,39 juta, dan 1,53 juta kunjungan.
Berdasarkan pintu masuk, sebanyak 1,36 juta wisman datang melalui pintu masuk utama, sementara 162,23 ribu kunjungan tercatat melalui pintu masuk perbatasan. Dari pintu masuk utama, moda angkutan udara mendominasi dengan kontribusi 83,04 persen atau sekitar 1,13 juta kunjungan.
Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno-Hatta menjadi dua pintu masuk udara dengan jumlah wisman terbanyak, mencapai sekitar 1 juta kunjungan atau 88,80 persen dari total wisman melalui moda udara. Sementara itu, kunjungan melalui jalur laut mencapai 182,89 ribu dan jalur darat sebanyak 48,30 ribu kunjungan.
Dari sisi negara asal berdasarkan paspor, Malaysia menjadi penyumbang wisman terbesar pada Juli 2026 dengan 228,71 ribu kunjungan atau 15 persen dari total kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Australia sebanyak 188,25 ribu kunjungan, Tiongkok 156,75 ribu, dan Singapura 117,28 ribu. BPS juga mencatat kelompok wisman pemegang paspor Oseania mengalami kenaikan tahunan tertinggi sebesar 10,36 persen, disusul Timur Tengah 8,88 persen dan Afrika 5 persen. Adapun kelompok Eropa menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan secara tahunan, yakni 1,35 persen.
Tak hanya wisman, aktivitas pariwisata domestik juga menunjukkan pertumbuhan. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 737,85 juta perjalanan, naik 3,34 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Khusus Juli 2026, perjalanan wisnus mencapai 107,44 juta perjalanan, tumbuh 7,23 persen secara tahunan dan 0,23 persen dibandingkan Juni 2026.
Secara regional, perjalanan wisatawan nusantara masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi 63,78 persen dari total perjalanan. Sementara itu, wisman yang meninggalkan Indonesia pada Juli 2026 rata-rata telah tinggal selama 11,05 malam, dengan wisman asal Eropa memiliki rata-rata lama tinggal tertinggi sebesar 17,43 malam. Berdasarkan negara, wisatawan asal Rusia tercatat memiliki rata-rata lama tinggal terlama, yakni 23,49 malam.




