Moneter.id – Ketua
Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto
menyampaikan warga yang tinggal di
lingkungan rumah susun (rusun) Muara Angke, Jakarta Utara, selalu memperhatikan
kesehatan, baik untuk diri pribadi, keluarga, maupun tetangga di lingkungan
rusun.
“Masih
tingginya penduduk miskin, stunting
atau kurang gizi kronis bagi bayi dan balita, terlebih lagi angka kematian bayi
dan ibu melahirkan, seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” ucap Titiek
Soeharto, Minggu (24/03).
Dalam
hasil Survei Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2012, menurut Titiek Soeharto
disebutkan bahwa dari setiap seribu kelahiran di Indonesia, ada 19 bayi yang di
antaranya meninggal. “Ini begitu memprihatinkan,” ujarnya.
Kesehatan
ibu dan anak masih menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Profil
Kesehatan Indonesia 2017, dari sekitar 291.447 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
di Indonesia hanya 164.867 Posyandu yang aktif atau 56,57%.
Seperti
diketahui, Presiden Soeharto sebagai penggagas dan mengembangkan Posyandu yang
diakui berhasil memberi kehidupan yang lebih baik bagi ibu dan anak. “Posyandu
menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya pada ibu dan
anak. Apalagi, metode pencegahan kini dijadikan prioritas ketimbang penyembuhan
oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” paparnya.
Kedatangan
Titiek Soeharto ke rusun Muara Angke disambut warga rusun yang saat itu sedang
menunggu giliran dipanggil untuk pengobatan gratis.
Kehadiran
Titiek Soeharto memberikan semangat warga rusun Muara Angke. Sekitar 300 orang
berkumpul di lapangan depan rusun Muara Angke menikmati pengobatan gratis yang
diadakan Tim Rabu Biru Indonesia bekerja sama dengan beberapa calon legislatif (caleg)
partai.
“Ibu
Titiek Soeharto cerminan dari Pak Harto. Ibu Titiek berinteraksi langsung,
berdialog dengan masyarakat seperti kita yang tinggal di lingkungan rumah
susun,” kata Syarifudin yang bekerja sebagai pengemudi ojek online.




