Kamis, Januari 15, 2026

Lenovo Perkuat Visi ‘Intelligent Transformation’ Ciptakan Tren ‘Masa Depan Dunia Kerja’

Must Read

Moneter.id – Lenovo,
perusahaan
teknologi terdepan, bekerjasama dengan IDC menelaah pergeseran fundamental yang
akan
mengubah konsep bekerja dan bagaimana pergeseran itu akan terjadi dalam beberapa tahun kedepan. IDC InfoBrief, Powering Intelligent Transformation,
diprakarsai
oleh
Lenovo, memperkuat
visi bahwa manusia dan robot akan bekerja bersama untuk mendorong transformasi digital (DX)
di era Industry 4.0. 

Di
dalam
InfoBrief ini, IDC dan Lenovo akan memaparkan rekomendasi mengenai bagaimana perusahaan di Asia Pasifik bisa menavigasi transformasi tempat kerja secara mulus dan memanfaatkan berbagai peluang baru.

Di
tahun 2020, millenial
akan menempati lebih dari 50% tenaga kerja di Asia Pasifik. Bersama dengan tenaga kerja dari Generasi X, Y, dan Z yang memiliki kebutuhan dan keinginan beragam, perusahaan akan mengevaluasi ulang cara mereka memandang dan mengadopsi teknologi di tempat kerja masa depan, sehingga pegawainya dapat bekerja di mana pun, kapan pun, dan di
perangkat
mana
pun yang mereka
inginkan.

Didorong terutama oleh pengadopsian teknologi innovation accelerator (IA) yang sangat cepat, seperti Internet of
Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) dan Augmented & Virtual Reality
(AR/VR), IDC mengharapkan
pengeluaran information communication
technology

(ICT) di Asia Pasifik
bisa mencapai 1.5 triliun dolar AS di tahun 2021
nanti.

Masa Depan Dunia Kerja

Trentransformasi perusahaan terbaru untuk tahun 2019 dan setelahnya yang
teridentifikasi di IDC InfoBrief
menekankan pada otomatisasi, XaaS,
pengalaman
pegawai,
dan
dorongan untuk memiliki kemampuan di luar industri inti serta pengalaman untuk mendapatkan sumber pendapatan baru.

Menurut IDC
Future Scape: Worldwide Future of Work 2019 Predictions,
perusahaan akan memikirkan ulang masa depan industri mereka dan berinvestasi di bisnis
start-up atau
perusahaan
yang dapat
membantu membangkitkan bisnis utamanya, sehingga dapat mendiversifikasikan
portfolio pendapatan
mereka.

Di
tahun 2023, sebanyak
30% perusahaan G2000 akan menghasilkan setidaknya 20% pendapatan mereka dari sumber di
luar
industri intinya, menggunakan crowd sourcing dan model agregasi yang agile untuk mendapatkan pekerja dan kemampuan bisnis.

Dengan kurangnya pekerja di tingkat global,
otomatisasi
dan alur kerja TI yang bisa diotomatisasi akan membantu membebastugaskan lebih banyak manusia dan sumberdaya lainnya agar lebih fokus pada tugas yang lebih strategis.

Pengadopsian teknologi cerdas dan solusi cerdas akan memberikan kemampuan pada perusahaan untuk mewujudkan tempat kerja yang lebih cerdas dan efisien di masa depan.

Pendekatan Holistik untuk Transformasi Tempat Kerja

Seperti
yang didefinisikan
oleh riset Future of Work dari
IDC, perusahaan
perlu mengambil strategi holistik untuk memanfaatkan teknologi digital di tiga aspek penting seperti, tempat kerja,
budaya
kerja, dan tenaga kerja. Sehingga dapat bertransformasi menjadi perusahaan yang intelligent.

Namun,
sebanyak 60
% perusahaan
di Asia Pasifik
kesulitan melakukan transformasi digital ini karena berbagai tantangan, antara lain
tekanan
dagang
yang semakin
berat,
masalah
keamanan dan identitas, privasi dan kedaulatan data, serta perpajakan dan proteksi intellectual property (IP).

Menurut
Lenovo,
teknologi dan kemampuannya untuk berinteraksi dan memotivasi pekerja serta mendapatkan produktivitas terbaik, merupakan kunci dan modal terpenting dalam perjalanan transformasi perusahaan, yaitu tenaga kerjanya.

“Jalan untuk memberikan pengalaman pelanggan terbaik dan mendapatkan nilai bisnis harus dimulai dengan meningkatkan pengalaman pegawai. Bagian besar dari transformasi tempat kerja adalah tentang komputasi, di mana pengguna mengharapkan berbagai jenis kontrol di beragam perangkat dan solusi,” kata Eddie Ang,
Enterprise Director, Lenovo Asia Pacific.

Menurut Eddie Ang, berinvestasi
di teknologi
seperti
Device-as-a-Service, AI, dan AR menjadi
penting untuk memenuhi keinginan pengguna akan mobilitas, fleksibilitas, dan konektivitas pengalaman buatan. Hasilnya, perusahaan akan mampu meningkatkan pengalaman pegawai dengan menciptakan tempat kerja yang lebih cerdas, lebih aman, produktif, dan kolaboratif.

Sementara, Sudev Bangah, Managing Director,
IDC ASEAN
menjelaskan, teknologi saat ini berubah dengan amat sangat cepat, dan akan terus berevolusi serta mendorong produktivitas, kolaborasi,
dan
efisensi dalam berbagai cara. Namun, teknologi hanyalah satu unsur dan transformasi Masa Depan Kerja bukan hanya tentang otomatisasi atau pemanfaatan teknologi.

Ada
banyak
aspek dinamis dari tempat kerja yang multi-generasi dalam pemanfaatan AI, manajemen perubahan, serta urusan compliance, privasi, dan keamanan yang perlu dipertimbangkan perusahaan,” kata Sudev Bangah.

Sudev Bangah menambahkan, dengan begitu, perusahaan yang
fokus
pada transformasi holistik dan mengembangkan model bisnis
yang mengutamakan
pengalaman,
baik di depan, belakang, dan
tengah,
digabungkan
dengan struktur yang sangat agile yang bisa terus beradaptasi pada perubahan teknologi dan preferensi pelanggan, perusahaan seperti itulah yang akan memimpin di era Industry
4.0.

Sebagai pemimpin di industri PC dan perangkat cerdas, Lenovo memiliki serangkaian perangkat inovatif untuk memenuhi permintaan end-user,
menyediakan
pegawai dengan alat yang tepat untuk memaksimalkan produktivitas serta kolaborasi, selagi meningkatkan interaksi dan kepuasan pegawai.

Dengan bagian IT terbebas dari sebagian besar kontrol terpusatnya dan memberikan pilihan serta fleksibilitas kepada pegawai, Lenovo mengumumkan Think Shield, yang memastikan keamanan perusahaan dengan melindungi pegawai serta pelanggan dari ancaman kejahatan siber, terutama dengan banyaknya jumlah kasus pencurian data.

Lenovo
memiliki platform untuk
memastikan pelanggan mengutamakan keamanan saat mereka meng-install perangkat keras dan perangkat lunak Lenovo kedalam infrastrukturnya.

Think Shield melindungi empat area utama yang
sering
menjadi sasaran pencurian siber: tanggal perusahaan, identitas pegawai, kegiatan daring
end-user, dan
perangkat itu sendiri.

Think Shield memiliki fitur teknologi dan kontrol, dari BIOS dan
firmware untuk authentication dan endpoint fisik/virtual, hingga
penutup kamera fisik dan fingerprit reader untuk manajemen rantai suplai.

Dengan bermitra bersama Intel, Mobile Iron dan Absolute, Lenovo
memberikan
lebih banyak cara kepada pengguna dan administrator untuk menjaga data agar tetap aman dan terlindungi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img