Kamis, Januari 15, 2026

Menparekraf Gandeng Kadin Kembangkan 5 Destinasi Super Prioritas

Must Read

Moneter.id
Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,
Sandiaga Salahuddin Uno, menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia
(Kadin) untuk ikut serta mengembangkan potensi wisata yang ada di lima wilayah
destinasi super prioritas (DSP) meliputi, Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo,
Likupang, dan Mandalika.

“Arahan Presiden Joko Widodo, di tengah pandemi dan
melambannya ekonomi ini, kita ditugaskan selama satu tahun ini untuk menyiapkan
kelima DSP secara totalitas,” kata Sandiaga dalam Rapat Terbatas Pembentukan
Klaster Pariwisata Kadin Indonesia yang digelar secara daring, Sabtu
(30/1/2021).

Sandiaga menuturkan, kelima DSP ini disiapkan untuk
menampung wisatawan nusantara di masa pandemi dan pascapandemi COVID-19.
Mengingat, masih terbatasnya pergerakan wisatawan mancanegara akibat penutupan
perbatasan.

Baca juga: Kadin Rencanakan Bentuk Kadin Klaster Pariwisata

“Saya mengajak Kadin kolaborasi karena satu pilar dari
Kemenparekraf adalah selain inovasi dan adaptasi, kita all out meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Dan sesuai dengan
UU nomor 1 tahun 1987, Kadin adalah mitra sejajar pemerintah untuk menggerakkan
perekonomian Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” katanya.

Selain itu, Sandiaga menyebutkan salah satu proyek
pembangunan infrastruktur di kelima DSP yang sudah sepenuhnya rampung adalah
proyek creative hub di Labuan Bajo,
Nusa Tenggara Timur.

Sehingga, ia pun mengajak Ketua Kadin NTT, Abraham
Lianto, beserta jajarannya untuk ikut mengisi creative hub tersebut dengan produk-produk dari pelaku ekonomi
kreatif di sekitar Labuan Bajo.

“Kemenparekraf tidak bisa bekerja sendiri, jadi kami
butuh para local champions untuk
mengisi creative hub tersebut. Karena
pariwisata dan ekonomi kreatif itu tergabung secara totalitas,” ucap Sandiaga.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang
Transportasi, Carmelita Hartoto, menyarankan agar ada peningkatan pemanfaatan
wisata kapal di Indonesia. Hal ini mengingat wisata kapal belum menjadi suatu
tren wisata di kalangan wisatawan nusantara.

“Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di
dunia. Selain itu, ekonomi pariwisata kapal nasional sudah mulai terbentuk.
Jadi ada baiknya kita meningkatkan pariwisata kapal di Indonesia karena ini
sangat potensial,” ujar Carmelita.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img