Kamis, Maret 5, 2026

Menparekraf Inginkan Indonesia Memiliki Peta Geospasial Pariwisata

Must Read

Moneter.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Wishnutama Kusubandio menginginkan Indonesia memiliki peta geospasial
pariwisata yang di dalamnya tidak hanya menyajikan ragam potensi pariwisata,
tapi juga potensi bencana alam yang bisa terjadi.

Kata Wishnutama, peta tersebut dibutuhkan
agar rencana pengembangan pariwisata ke depan yang tertuang dalam Rencana Induk
Pariwisata Nasional Terpadu (Ripandu) bisa terdata dengan baik.

“Ini menurut saya sangat strategis sehingga
pembangunan pariwisata ke depan dapat terancang dengan detail potensi dan
segala kemungkinannya, baik potensi wisata yang belum diketahui maupun
kemungkinan bencana alam, sehingga dapat diantisipasi. Sebab, hal itu berkaitan
dengan aspek kenyamanan dan keamanan para wisatawan,” kata Wishnutama
saat melakukan kunjungan
kerja ke kantor Badan Informasi Geospasial (BIG) di Jalan Raya Jakarta-Bogor,
Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (20/2/2020).

Geospasial atau ruang kebumian merupakan
aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau
kejadian yang berada di bawah, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan
dalam sistem koordinat tertentu.

“Banyak potensi wisata yang belum kita
ketahui. Tetapi apabila kita dapat informasi data dari BIG, tentunya kita bisa
membuat langkah strategis bagaimana menghubungkannya, menggali potensinya, dan
memasarkannya. Untuk itu, pembangunan pariwisata harus dilakukan secara
komprehensif, tidak boleh parsial,” kata Wishnutama.

Sementara itu, Kepala Badan Informasi
Geospasial (BIG) Indonesia Hasanuddin Zainal Abidin menjelaskan pihaknya sudah
banyak bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan ini akan menjadi kerja sama
perdana BIG dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Sebelumnya sudah ada 85 peta geospasial
tematik, akan ditambah kurang lebih bisa sampai seratusan, kemaritiman bisa
juga menambah 51 tema, kebencanaan 45 tema, sosial dan ekonomi dan segala macam
juga akan ada penambahan. Semakin bagus juga bila penambahannya nanti ada
peta-peta pariwisata,” kata Hasanuddin Zainal.

Hasanuddin menjelaskan, pemetaan nantinya
akan tersaji tidak hanya dalam bentuk cetak tapi juga digital. Sebab, selain
akan menarik perhatian wisatawan, aplikasi yang diciptakan akan mempermudah
wisatawan mengakses informasi saat berkunjung ke Indonesia.

“Kami mengapresiasi kedatangan Menparekraf,
Pak Wishnutama yang menginisiasi pertemuan hari ini,” kata Hasanuddin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img