Kamis, Maret 5, 2026

Menperin Agus Berharap IKM Batik Tampil di Pameran Berskala Besar untuk Genjot Ekspor

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian
akan terus memperluas akses pasar industri kecil
dan menengah
(IKM)
batik nasional di kancah global sehingga dapat menggenjot nilai ekspor.
Salah satu caranya dengan memfasilitasi
pelaku IKM sektor batik untuk berpartisipasi dalam ajang pameran tingkat internasional.

“Kami
menginginkan ke depannya ada pameran-pameran batik di dunia yang skalanya besar.
Misalnya di New York, Paris, London, Tokyo, Sydney, atau kota-kota lainnya yang
potensial untuk penetrasi pasar produk batik Indonesia,” kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (28/10).

Agus
optimistis, langkah tersebut dapat lebih mengenalkan keragaman dan kekhasan batik
Nusantara kepada konsumen mancanegara. “Tentunya ini akan memberikan
multiplier
effect
yang luas, dengan menghasilkan devisa dan menciptakan lapangan kerja
melalui industri batik itu sendiri,” ujarnya.

Untuk
itu,
menurut Agus, perlu adanya kerja sama yang
sinergi dengan pemangku kepentingan terkait agar bisa terealisasi. “Contohnya
seperti Yayasan Batik Indonesia, yang telah konsisten melestarikan batik sampai
saat ini,” tuturnya.

Menperin
mengungkapkan, industri batik memiliki peran penting bagi perekonomian
nasional. Bahkan, industri batik menjadi penggerak perekonomian nasional dan regional,
penyedia lapangan kerja, serta penyumbang devisa negara.

“Industri
batik didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 101 sentra. Nilai ekspor
batik dan produk batik selama periode Januari-Agustus 2019 mencapai USD20,54
juta dengan pasar utamanya ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa,” paparnya.

Lebih
lanjut, industri batik nasional dinilai memiliki daya saing komparatif dan
kompetitif di atas rata-rata dunia. Hal ini membuat Indonesia menjadi
market
leader
yang menguasai pasar batik dunia.

“Perdagangan
produk pakaian jadi dunia yang mencapai USD479 miliar menjadi peluang besar
bagi industri batik untuk meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai
salah satu bahan baku produk pakaian jadi,” imbuhnya.

Saat ini, Kemenperin memiliki berbagai program
strategis
dalam upaya pengembangan industri batik
nasional agar lebih produktif dan berdaya saing
. Antara
lain melalui peningkatan kompetensi SDM, kualitas produk, dan standardisasi.

Selanjutnya,
program restrukturisasi mesin dan peralatan, fasilitasi pemberian mesin dan
peralatan, serta promosi dan pameran untuk para perajin dan pelaku usaha batik.

“Sedangkan,
untuk meningkatkan akses pasarnya, kami telah memiliki program e-Smart IKM.
Kami juga mendorong agar industri batik memanfaatkan berbagai fasilitas
pembiayaan seperti KUR dan lembaga pembiayaan perbankan dan non perbankan
lainnya untuk memperkuat struktur modalnya,” sebut Agus.

Menperin
pun menegaskan, pihaknya terus mendukung upaya Yayasan Batik Indonesia dalam
program pelaksanaan pameran dan perolehan Indikasi Geografis untuk produk batik
nasional. “Kami juga akan lebih giat mengajak masyarakat Indonesia bisa bangga
memakai batik,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img