Moneter.co.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia masih
tetap menjadi negara yang menjanjikan untuk investasi serta pasar potensial,
yang antara lain dibuktikan dengan realisasi investasi oleh PT Cipta Mortar
Utama di Sumatera Utara (Sumut).
“Pemerintah
mengapresiasi PT Cipta Mortar Utama yang kembali berinvestasi di Indonesia
dengan membangun pabrik mortar ke-3 di Kawasan Industri Medan (KIM) 3, di
Sumut,” kata Menperin yang disampaikan Staf Khusus
Menperin, Happy Bone Zulkarnain saat meresmikan pabrik ke-3 PT Cipta Mortar
Utama di KIM 3, Medan, Selasa (31/10).
PT Cipta Mortar Utama pertama kali memasuki pasar Indonesia dengan
mengoperasikan pabrik mortar di Cibitung tahun 1996 dan kedua di Gresik pada
2008 .
“Apresiasi kepada PT. Cipta Mortar Utama yang terus
meningkatkan kapasitas produksinya di Indonesia serta memiliki rencana
pembangunan pabrik berikutnya di beberapa lokasi hingga tahun 2020,” lanjut Happy.
Investasi dan rencana tambahan investasi menjadi salah satu indikasi bahwa
Indonesia adalah negara yang menjanjikan untuk investasi, serta pasar yang
sangat potensial. “Investasi sektor industri di Indonesia terus meningkat,” sebut Happy.
Investasi Penanaman Modal Dalam Nwgeri (PMDN) sektor industri pada 2016
misalnya sudah sebesar Rp106, 78 triliun dan investasi PMA sektor industri
sebesar 16, 68 miliar dolar AS.
“Peningkatan kapasitas PT Cipta Mortar Utama diharapkan dapat
mengurangi kebutuhan impor untuk produk yang sama sehingga dapat menghemat
devisa negara,” jelas Happy.
Pemerintah, lanjut Happy, semakin memberi apresiasi karena produk mortar yang
menggunakan bahan baku utama yaitu semen dan pasir berasal dari sumber daya
alam lokal sehingga memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Pabrik yang telah menggunakan teknologi baru atau modern dalam proses
produksinya, tentunya membawa manfaat bagi perusahaan dan lingkungan.
Alasan dia, teknologi baru akan lebih hemat energi dan lebih efisien sehingga
menghemat sumber daya alam dan mengurangi emisi gas rumah kaca, yang menurut
Kemenprin sejalan dengan program pemerintah untuk industri hijau yang
ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Chairman Saint Gobain Javier Gimeno menyebutkan Indonesia memang masih potensi
untuk tempat investasi karena sumber daya alam dan pasarnya. “Setelah Cibitung tahun 1996 dan di Gresik pada 2008 serta di Sumut pada 2017
memang akan ada rencana investasi berikutnya,” ujarnya.




