Moneter.id – Presiden Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri
Vietnam Nguyen Xuan Phuc di Hanoi, Rabu (12/9), keduanya membicarakan mengenai
upaya peningkatan kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital di
kawasan Asean.
“Peluncuran Go-Viet yang merupakan penyedia jasa
transportasi berbasis aplikasi di Vietnam menunjukkan bahwa startup dari Indonesia mampu berekspansi
ke negara Asean lainnya,” ujar Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto,
Kamis (13/9).
Go-Viet merupakan mitra lokal di Vietnam dari Go-Jek,
salah satu dari perusahaan unicorn Asean yang berasal dari Indonesia.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian aktif menumbuhkan pelaku usaha rintisan digital (startup) di Indonesia. Upaya ini
merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan target penciptaan wirausaha
industri baru sebanyak 20.000 orang pada tahun 2019.
Misalnya, Kemenperin menyelenggarakan Making Indonesia 4.0 Startup
sebagai sebuah kompetisi inovasi teknologi yang diharapkan mendukung
peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) nasional. Agenda ini
berlangsung hingga November 2018, dengan berbagai pelaksanaan kegiatan seperti Workshop Cloud Computing yang diikuti
sebanyak 100 peserta.
Baca juga: Indonesia-Vietnam Sepakat Hapus Hambatan Dagang Produk Industri
“Program ini juga bertujuan untuk membangun ekosistem
inovasi, sehingga sejalan dengan roadmap
Making Indonesia 4.0. Kami meyakini generasi milenial Indonesia memiliki banyak
potensi di bidang startup,” tutur Airlangga.
Menperin
menegaskan, pihaknya semakin rajin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia
(SDM) guna mendukung pengembangan industri nasional. Sebab, SDM terampil
menjadi salah satu kunci penerapan ekonomi digital secara inklusif.
“Banyak program
yang sudah kami buat untuk anak muda, misalnya mendorong technopark seperti Apple Academy. Selain itu bekerja sama dengan
berbagai perusahaan, seperti NTT Communication serta melibatkan banyak kelompok
masyarakat dan new entrepreneur. Ini
yang harus kita masifkan ke publik sehingga masyarakat mengetahui peluangnya
begitu besar di era digital,” paparnya.
Bahkan,
di tengah tren ekonomi digital yang berkembang pesat, pelaku IKM nasional
didorong pula untuk memasarkan produknya melalui perdagangan online. Oleh
karena itu, Kemenperin menyiapkan platform digital melalui e-Smart IKM. Hingga
saat ini, program workshop e-Smart
IKM ini
telah diikuti lebih dari 4.000 IKM dari 22 provinsi.
(TOP)




