Sabtu, Maret 7, 2026

Mentan: Realisasi Fisik Cetak Sawah Tembus 129.076 Hektare di 2016

Must Read

Moneter.co.id – Menteri
Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan realisasi fisik cetak sawah pada 2016
sebesar 129.076 hektare atau naik 400 persen dibandingkan 2014.

Mentan menjelaskan kegiatan cetak
sawah menunjukkan kenaikan tertinggi setelah bekerja sama dengan TNI AD sejak
2015. Sebelumnya, realisasi cetak sawah hanya seluas 24.000 sampai 26.000 ha
per tahun.

“Tahun 2015-2016 naik cetak sawah 400 persen.
Itu kenaikan tertinggi dalam sejarah. Ini luar biasa karena sinergi
bersama,” kata Amran pada konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian
Jakarta, Senin (06/11).

Berdasarkan data evaluasi dari Kementan, cetak
sawah dimulai September 2015 dengan realisasi fisik 20.070 ha atau 87,26 persen
dari target. Seluruh hasil cetak sudah dimanfaatkan petani.

Sementara itu, realisasi cetak sawah 2016 sebesar
129.076 ha atau 97,67 persen. Hasil evaluasi per 31 Oktober 2017 menunjukkan
sawah seluas 126.437 ha sudah dimanfaatkan.

“Kegiatan cetak sawah dengan
sinergi TNI AD telah diatur dalam UU 34 Tahun 2004 tentang TNI dan Instruksi
Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2011 tentang pengamanan produksi beras nasional
menghadapi kondisi iklim ekstrem,” ujar Mentan.

Mentan menambahkan, kerja sama dengan TNI AD menjadi
penting mengingat pada 2015 Indonesia dilanda fenomena cuaca El Nino dan La
Nina pada 2016.

Ada pun cetak sawah dikembangkan dengan pola community development yang
menekankan partisipasi dari petani. Cetak sawah dilakukan pada tanah yang
menganggur atau tidak digarap. Kegiatan yang tidak sanggup dikerjakan petani
dilakukan oleh Kementan bersama TNI dengan menggunakan alat berat.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan
Darat Jenderal Mulyono menjelaskan tidak ada hambatan yang berarti karena TNI
memanfaatkan kemampuan personel dan peralatan bidang konstruksi.

Namun, proses cetak sawah membutuhkan waktu cukup
lama untuk mengubah kondisi lahan perhutanan menjadi pertanian. 
“Lahan yang kami kerjakan dalam satu hektare
kadang-kadang tidak produktif, seperti lahan rawa yang kalau dikerjakan
membutuhkan waktu cukup lama,” tegas Mulyono. (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img