Sabtu, Juni 20, 2026

MotoGP Mandalika 2026 Siap Bergulir, Pemerintah Incar Efek Ekonomi Lebih Besar

Must Read

Pemerintah optimistis penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan kembali menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional. Memasuki tahun kelima pelaksanaan MotoGP di Mandalika, ajang balap motor paling bergengsi tersebut dinilai telah berkembang menjadi penggerak sektor pariwisata, perdagangan, hingga investasi di daerah.

MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Mandalika International Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Keberlanjutan ajang ini dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism di tingkat global.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan MotoGP bukan sekadar agenda olahraga, melainkan instrumen untuk menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

“Ini tidak hanya sekedar event olahraga biasa. Justru ini adalah instrumen strategis kita untuk mendorong perekonomian,” ujar Susiwijono dalam sesi talk show pada Launching Ceremony Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (18/6).

Data pemerintah menunjukkan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp4,96 triliun. Nilai tersebut berasal dari peningkatan mobilitas wisatawan, aktivitas sektor transportasi dan perhotelan, perdagangan, hingga berbagai kegiatan usaha yang melibatkan masyarakat setempat.

Susiwijono menilai konsistensi Indonesia menggelar MotoGP selama lima tahun berturut-turut juga menjadi bukti kepercayaan dunia internasional terhadap kemampuan Tanah Air dalam menggelar ajang kelas dunia.

“Penyelenggaraan event ini menunjukkan kepercayaan dunia internasional. Tidak semua negara yang mampu bayar juga dipercaya menyelenggarakan event, itu kuncinya,” kata dia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menilai sektor sport tourism dan industri olahraga memiliki prospek besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperbesar manfaat ekonomi dari berbagai kegiatan olahraga.

“Kita percaya dalam mendorong daripada sport turism dan sport industry, yang salah satunya bagaimana berbagai pihak, baik pemerintah, private sector, dan juga masyarakat, kita semua spending sama-sama untuk pertumbuhan daripada ekonomi,” ujarnya.

Tak hanya berdampak pada sektor pariwisata, MotoGP juga mendorong perkembangan industri otomotif nasional. Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto mengatakan antusiasme komunitas otomotif terhadap MotoGP terus meningkat. Ajang tersebut juga membuka ruang bagi lahirnya pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional.

Di tingkat daerah, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri mengungkapkan MotoGP telah memberi manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Sedikitnya 600 pelaku UMKM dilibatkan dalam berbagai aktivitas pendukung selama penyelenggaraan balapan.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kehadiran MotoGP juga memperkuat daya tarik Mandalika dan sejumlah destinasi wisata lainnya di NTB sehingga membuka peluang investasi baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati menambahkan sport tourism kini telah berkembang menjadi industri yang menghasilkan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Selain memberikan dampak ekonomi hingga triliunan rupiah, MotoGP juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekosistem pariwisata serta olahraga yang berkelanjutan.

Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berharap MotoGP Mandalika 2026 kembali menjadi mesin penggerak ekonomi sekaligus memperkokoh posisi KEK Mandalika sebagai destinasi unggulan sport tourism Indonesia.

“Di tengah raungan mesin MotoGP, mudah-mudahan juga dapat memanaskan mesin ekonomi Indonesia,” tutup Susiwijono.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Usai FID, PCK2L Tancap Gas Garap Lapangan Bukit Panjang

PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) mempercepat pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur, dengan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img