Moneter.id – Jalan
Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) yang
merupakan seksi terakhir dari Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi dioperasikan
tanpa dikenakan tarif tol (Rp. 0.-) mulai hari ini, Senin, 25 Maret 2019 sejak
pukul 00.00 WIB.
“Tarif
tol Rp 0,- ini hanya berlaku bagi ruas jalan tol dari Sei Rampah hingga Tebing
Tinggi sepanjang 9,26 Km. Untuk pengguna jalan dari Kota Medan yang keluar di
Gerbang Tol (GT) Tebing Tinggi, tetap membayar tarif tol asal gerbang hingga GT
Sei Rampah,” kata Iwan Rosa Putra, Direktur Utama, PT Jasamarga Kualanamu Tol
disiaran persnya, Senin (25/03).
Menurutnya,
hal ini juga berlaku untuk arah sebaliknya, kendaraan yang masuk dari GT Tebing
Tinggi keluar di Gerbang Tol wilayah Kota Medan hanya membayar tarif tol dari
GT Sei Rampah.
Jalan
Tol Seksi 7 Sei Rampah-Tebing dioperasikan tanpa tarif untuk memberikan
sosialisasi yang lebih optimal kepada masyarakat dan tarif tol akan mulai
diberlakukan pada Minggu, 21 April 2019 pukul 00.00 WIB dengan besaran tarif
tol sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) Nomor 257/KPTS/M/2019.
Pembangunan
Jalan Tol Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 9,26 Km ini telah selesai
pada Desember 2018 dan telah digunakan sebagai jalan fungsional untuk membantu
kelancaran arus mudik dan balik selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
Secara resmi, Jalan Tol Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi dioperasikan
berdasarkan Kepmen PUPR Nomor 256 /KPTS/M/2019.
Sebagai
sosialisasi, lanjut Iwan, PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) selaku pengelola
Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi menyebarkan informasi melalui media
sosial, leaflet, spanduk, dan Variable Message Sign (VMS).
“Untuk
menghindari saldo kurang yang berpotensi menimbulkan antrian panjang di Gerbang
Tol (GT), pengguna jalan diimbau untuk selalu memastikan kecukupan saldo uang
elektronik sebelum melakukan perjalanan,” ucapnya.
Dengan
beroperasinya seksi terakhir, maka saat ini Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing
Tinggi sepanjang 61,7 Km telah beroperasi sepenuhnya. “Pengguna jalan yang
mengakses jalan tol ini dapat mempersingkat waktu tempuh antara Medan dan
Tebing Tinggi dari sebelumnya 2-3 jam melalui jalur eksisting, menjadi sekitar
1 jam,” jelas Iwan.
Selain
itu, keberadaan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi juga dapat memperlancar
arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional
Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau
Toba.




