Moneter.id – Sepanjang
tahun 2018, nilai investasi industri elektronik sebesar Rp12,86 triliun, atau naik dibanding tahun sebelumnya
yang
sebesar Rp7,81 triliun.
“Tahun
ini, ditargetkan ada beberapa investasi baru yang akan masuk, yang secara total
nilainya mencapai Rp1,3 triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja secara
keseluruhan sebanyak 248,5 ribu orang,” kata Direktur
Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harjanto, Minggu (22/9).
Kata Janu, investor
tersebut di antaranya dari industri semikonduktor dan komponen elektronik,
industri peralatan listrik rumah tangga, industri komputer, barang elektronik,
dan optik, serta industri peralatan teknik.
Mereka
itu, di antaranya PT Sammyung Precision Batam, PT Simatelex Manufactory Batam,
PT Pegatron Technology Indonesia, dan PT Siix Electronics Indonesia.
Sementara
itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada produsen elektronik di dalam negeri
yang telah menembus pasar ekspor. Ini menandakan produk karya anak bangsa mampu
berkualitas sehingga digunakan oleh konsumen mancanegara.
“Contohnya,
PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) yang baru
saja melakukan ekspor perdana mesin cuci dua tabung merek Panasonic dan merek
CHIMEI ke Taiwan,” ungkap Dirjen ILMATE.
Harjanto
menyampaikan, pemerintah sedang giat memacu kegiatan ekspor dari sektor
manufaktur, termasuk peran industri elektronik.
Kemenperin
mencatat, sepanjang tahun 2018 nilai ekspor dari industri elektronik mampu
menembus hingga USD8,2 miliar atau naik dibanding tahun 2017 yang mencapai
USD7,9 miliar. Sementara itu, pada triwulan II/2019, nilai ekspornya sebesar USD3
miliar.
“Oleh
karena itu, perusahaan perlu didorong untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi
sumber daya manusianya, memanfaatkan teknologi, dan menambah lini produksinya sehingga
dapat bersaing di tingkat internasional serta menambah destinasi ekspornya,”
paparnya.
Sementara, Kemenperin mencatat pertumbuhan produksi pada
kelompok industri komputer, barang elektronik dan optik pada triwulan I/2019 mencatatkan angka
yang positif sebesar 2,78 persen, naik jika dibanding capaian di periode sama
tahun lalu yang minus -4,80 persen.
Populasi
industri elektronika di Indonesia sampai dengan triwulan II/2019, ada penambahan
sejumlah 21 perusahaan. “Industri elektronika dinilai sebagai salah satu sektor
yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional,”
tegas Janu.




