Jumat, November 6, 2026

NTT DATA Perluas Bisnis Data Center, Siapkan Kapasitas 12 MW untuk Pasar AI

Must Read

Persaingan bisnis infrastruktur digital di Indonesia semakin menarik minat pemain global. NTT DATA menjadi salah satu perusahaan yang memperbesar investasinya dengan membuka Jakarta 2 Annex Data Center (JKT2A) berkapasitas 12 megawatt (MW) untuk menangkap pertumbuhan permintaan layanan komputasi, cloud, dan kecerdasan buatan (AI).

Ekspansi ini mempertegas strategi NTT DATA dalam memperluas bisnis pusat data di Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi digital. Perusahaan membekali fasilitas terbarunya dengan infrastruktur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan berskala besar, penyedia layanan cloud, hingga pengelola beban kerja komputasi AI berintensitas tinggi.

JKT2A berlokasi di kawasan NTT Global Data Centers di Jakarta. Fasilitas tersebut menjadi perluasan ekosistem Jakarta 2 (JKT2), yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat konektivitas carrier-neutral di ibu kota.

JKT2 telah menampung lebih dari 240 penyedia layanan jaringan, Jakarta Internet Exchange (JKT-IX), sejumlah penyedia cloud utama, serta koneksi kabel bawah laut strategis. Keberadaan JKT2A di kawasan yang sama memungkinkan pelanggan memperluas kapasitas infrastruktur digital sekaligus mempertahankan konektivitas dengan jaringan dan mitra yang sudah dimiliki.

Dari sisi infrastruktur, JKT2A mengandalkan kapasitas IT sebesar 12 MW dengan dukungan dua gardu induk, sistem kelistrikan 2N Uninterruptible Power Supply (UPS), serta generator cadangan N+1. Fasilitas ini juga dilengkapi sistem pendinginan N+1 air-cooled chiller dan N+2 Computer Room Air Handler (CRAH).

NTT DATA turut menerapkan desain bersertifikasi Tier III, konektivitas carrier-neutral dan cloud-neutral, serta sistem keamanan fisik berlapis yang beroperasi 24 jam.

Managing Director Japan and APAC NTT Global Data Centers Yasuhiro Kajiki mengatakan, penambahan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas dan integrasi infrastruktur digital di Indonesia.

“Dengan memperluas kapasitas dan menghubungkan fasilitas-fasilitas kami melalui APN Connect, kami membangun platform data center yang lebih terintegrasi dan tangguh, sehingga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi klien seiring dengan berkembangnya kebutuhan infrastruktur mereka,” ujarnya.

Tidak hanya mengandalkan penambahan kapasitas, NTT DATA juga memperkuat layanan konektivitas antarpusat data melalui peluncuran APN Connect. Layanan ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi All-Photonics Network (APN) berbasis Innovative Optical and Wireless Network (IOWN).

APN Connect menyediakan konektivitas Layer 1 berkapasitas tinggi dan berlatensi rendah yang menghubungkan JKT2/JKT2A dengan JKT3. Kedua fasilitas tersebut berjarak sekitar 35 kilometer.

Teknologi ini memungkinkan sinkronisasi data secara real-time antarlokasi sehingga perusahaan dapat meningkatkan kemampuan disaster recovery, replikasi data, serta pengelolaan operasional multi-data center.

Penguatan konektivitas tersebut menjadi penting karena kebutuhan perusahaan tidak lagi sebatas menyediakan ruang penyimpanan dan kapasitas server. Kecepatan pertukaran data, stabilitas jaringan, serta kemampuan menjaga operasional ketika terjadi gangguan juga menjadi pertimbangan dalam memilih penyedia layanan pusat data.

CEO and President NTT Global Data Centers Doug Adams mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar ekonomi digital paling dinamis di Asia Tenggara dengan kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat.

“Pembukaan JKT2A mencerminkan komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung inisiatif cloud, AI, dan transformasi digital klien melalui infrastruktur yang tangguh dan berperforma tinggi,” kata Doug.

Dia menambahkan, kombinasi JKT2A dan APN Connect memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan kapasitas, konektivitas, serta keandalan yang dibutuhkan organisasi untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan.

Melalui fasilitas baru ini, NTT DATA memperluas kemampuan penyediaan infrastruktur digital yang skalabel dan saling terhubung di pasar-pasar utama Asia-Pasifik. Strategi tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis lokal maupun kebutuhan ekspansi global para pelanggan.

Bagi industri pusat data nasional, langkah NTT DATA menunjukkan bahwa persaingan semakin bergeser dari sekadar kapasitas penyimpanan dan komputasi menuju integrasi ekosistem. Penyedia pusat data dituntut menawarkan infrastruktur berkapasitas besar, konektivitas lintas fasilitas, serta keandalan yang mampu menopang kebutuhan AI dan cloud perusahaan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

TRIS Bukukan Penjualan Rp1,3 Triliun hingga September 2026

PT Trisula International Tbk (TRIS) mencatatkan pertumbuhan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Emiten tekstil dan garmen ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img