Kamis, Maret 5, 2026

OJK: Aset Industri Keuangan Syariah Mencapai Rp2.375,84 Triliun

Must Read

Moneter.id – Jakarta
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Laporan Perkembangan Keuangan
Syariah Indonesia (LPKSI) tahun 2022 yang mencatat aset industri keuangan
syariah telah mencapai Rp2.375,84 triliun, meningkat dari tahun 2021 sebesar
Rp2.050,44 triliun atau tumbuh 15,87 persen lebih tinggi dari tahun 2021.

Tema yang diangkat dalam laporan tersebut adalah
“Pemberdayaan Ekosistem Ekonomi Syariah dan Digitalisasi untuk Penguatan
Keuangan Syariah dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Nasional”.

“Tema LPKSI tahun 2022 ini merupakan wujud komitmen kuat
OJK dalam mendorong ketahanan serta memajukan industri keuangan syariah di
Indonesia pada masa pemulihan pascapandemi COVID-19,” tulis OJK diketerangan
resminya, Jumat (30/6/2023).

Dalam penyusunan LPKSI 2022, OJK disebut menjaga sinergi
dan kolaborasi dengan Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Komite Nasional
Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam menyajikan potret industri keuangan
syariah di tengah kondisi ekonomi yang beranjak pulih seiring aktivitas
masyarakat yang mulai kembali normal.

Sepanjang tahun 2022, ekonomi Indonesia dinyatakan
terpantau resilien di tengah keberlanjutan pemulihan ekonomi pasca pandemi
dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 5,3 persen.

Selain itu, ekonomi Indonesia turut didorong kinerja
ekspor yang positif dan neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan net
surplus pada tahun lalu seiring dengan kenaikan harga komoditas global,
termasuk pada komoditas ekspor utama Indonesia yaitu batu bara.

“Dari sisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia, baik
perbankan syariah, pasar modal syariah, maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB)
Syariah, telah membuktikan resiliensinya pada strategi adaptasi yang mampu
membawa optimisme dalam melewati masa pandemi,” tulisnya.

Selama tahun 2022, aset industri keuangan syariah telah
mencapai Rp2.375,84 triliun, meningkat dari tahun 2021 sebesar Rp2.050,44
triliun atau tumbuh 15,87 persen lebih tinggi dari tahun 2021 yang sebesar
13,82 persen year on year (yoy).

Pasar modal syariah yang memiliki porsi terbesar aset
keuangan syariah dengan persentase 60,08 persen mengalami pertumbuhan dengan laju
15,51 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dari tahun 2021 sebesar 14,83
persen (yoy).

Kemudian juga perbankan syariah dengan pangsa pasar 33,77
persen dari keuangan syariah berakselerasi sebesar 15,63 persen (yoy) dibanding
tahun 2021 sebesar 13,94 persen (yoy). Selanjutnya, IKNB Syariah yang memiliki
porsi sebesar 6,15 persen dari total aset keuangan syariah mengalami
pertumbuhan yang sangat pesat, yakni 20,88 persen (yoy) dibanding tahun 2021
sebesar 3,90 persen (yoy).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img