Sabtu, Juni 20, 2026

Optimasi Lapangan Sejadi Dongkrak Produksi PHKT 1.865 BOPD

Must Read

PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil meningkatkan produksi minyak melalui pengembangan dua sumur di Lapangan Sejadi, Kalimantan Timur. Tambahan produksi sebesar 1.865 barrel oil per day (BOPD) yang mulai tercatat pada 12 Juni 2026 tersebut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pasokan energi nasional di tengah upaya peningkatan produksi migas domestik.

Kenaikan produksi berasal dari Sumur Sejadi SJ-6 dan Sumur Sejadi SJ-4RD1 yang berhasil dibor dan dioperasikan dengan biaya serta waktu pengerjaan yang lebih rendah dari rencana awal. Berdasarkan hasil pengujian, Sumur SJ-6 menghasilkan produksi bersih sebesar 942 BOPD. Sementara Sumur SJ-4RD1 menghasilkan produksi minyak sebesar 923 BOPD dan gas sebesar 0,853 MMSCFD.

Capaian tersebut menjadi hasil dari strategi pengembangan Lapangan Sejadi yang memiliki karakteristik bawah permukaan cukup kompleks. PHKT melakukan studi komprehensif dengan pendekatan infill dan step out serta memperkuat fasilitas operasi melalui program deck extension pada platform Sejadi guna mendukung aktivitas pengeboran dan pengembangan lapangan secara lebih optimal.

General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan peluang pertumbuhan produksi dari lapangan yang telah lama beroperasi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat.

“Capaian ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa peluang pertumbuhan produksi masih terbuka melalui pengelolaan aset yang tepat dan pengembangan lapangan yang berkelanjutan. Keberhasilan di Sejadi menjadi hasil nyata dari semangat kolaborasi, inovasi, dan operational excellence yang terus kami bangun untuk menghadirkan kinerja terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Darmapala.

Menurut dia, lapangan migas eksisting masih menyimpan potensi yang dapat dioptimalkan melalui strategi pengembangan yang terukur dan selektif. Penambahan area platform melalui program deck extension juga memberikan ruang yang lebih memadai bagi pengembangan fasilitas dan menjaga keberlanjutan peningkatan produksi Lapangan Sejadi.

Keberhasilan pengembangan dua sumur tersebut merupakan hasil sinergi berbagai fungsi di lingkungan perusahaan, mulai dari tim subsurface yang mengidentifikasi potensi cadangan, tim Drilling & Well Intervention yang mengeksekusi program pengeboran dan penyelesaian sumur, Project yang menyiapkan fasilitas, hingga Kalimantan Field yang menjaga keandalan operasi. Dukungan dari pemerintah, SKK Migas, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek tersebut.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi, Hariyanto Syafrie, menilai tambahan produksi dari Lapangan Sejadi menjadi bukti bahwa peningkatan produksi migas nasional masih dapat dicapai melalui penerapan teknologi yang tepat dan eksekusi operasi yang efektif.

“Keberhasilan pengeboran dan pengoperasian Sumur Sejadi SJ-6 dan SJ-4RD1 menunjukkan bahwa potensi peningkatan produksi masih dapat diwujudkan melalui penerapan teknologi yang tepat, pemahaman subsurface yang komprehensif, serta eksekusi operasi yang unggul. Tambahan produksi ini memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target produksi minyak nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” kata Hariyanto.

SKK Migas berharap keberhasilan pengembangan Lapangan Sejadi dapat menjadi contoh bagi optimalisasi lapangan migas eksisting lainnya. Sementara bagi PHKT, capaian tersebut mempertegas komitmen perusahaan untuk terus menjaga kinerja operasi dan meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Usai FID, PCK2L Tancap Gas Garap Lapangan Bukit Panjang

PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) mempercepat pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang, lepas pantai Jawa Timur, dengan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img