Moneter.co.id – Sabtu 25 Maret 2017, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) resmi menggelar pemilihan Miss Internet 2017 DKI Jakarta. Acara ini sekaligus mengkampanyekan program pemerintah yakni, anti-hoax
Ketua Umum APJII Jamalul Izza Miss Internet mengatakan, nantinya yang terpilih akan memiliki tugas sebagaimana ambasador internet yang akan menyosialisasikan berbagai hal mengenai internet kepada masyarakat. Di samping itu, keberadaan miss internet diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap dampak buruk internet khususnya di kalangan anak-anak.
“Selain itu kita butuh juga mengampanyekan program pemerintah yaitu anti-hoax,” katanya usai uji bakat peserta Miss Internet.
Sementar, Direktur Jenderal Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Pangerapan juga menekankan bahwa Miss Internet harus mampu membawa masyarakat untuk bisa menggunakan internet dengan baik. “Miss Internet akan bertugas menyampaikan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang fungsi dari internet dan cara menggunakan internet yang sehat dan aman,” katanya.
Menurut Samuel, internet memiliki nilai-nilai dan aturan yang harus ditegakkan. Salah satu upayanya adalah dengan kehadiran Miss Internet.
Dalam hal ini, Samuel mengatakan pemerintah mendukung penuh kegiatan pemilihan Miss Internet yang dianggap sebagai sinergi bagi upaya pemerintah untuk menjadikan masyarakat lebih produktif dan bijak dalam menggunakan internet.
Pemilihan Miss Internet tersebut bukan yang pertama kali dilaksanakan, namun sejak 2013 APJII juga telah sukses menggelar pemilihan Miss Internet Bali. Kali ini APJII ingin menasionalkan ajang Miss Internet yang dinilai dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Adapun peserta yang mengikuti ajang Miss Internet tersebut berasal dari berbagai kota di Indonesia. Finalis diseleksi untuk menentukan grandfinalis yang akan melanjutkan kompetisi di Bali sebagai tempat grand final Miss Internet.
(HAP)




