Moneter.id – Emiten
distributor minyak, PT AKR Corporindo
Tbk (AKRA) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang paruh pertama
tahun ini sebesar 2,9% menjadi sebesar Rp10 triliun, dibandingkan dengan
periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,71 triliun.
Perseroan menjelaskan, kontribusi terbesar masih
berasal dari sektor perdagangan dan distribusi yang naik tipis ke posisi Rp9,17
triliun dari realisasi tahun lalu sebesar Rp9,1 triliun.
“Lalu, pendapatan logistik tumbuh sebesar 10% yoy mencapai Rp410 miliar dengan
pendapatan yang lebih tinggi dari tangki penyimpanan dan pendapatan kawasan
industri naik signifikan, 2.199% ke Rp240,1 miliar dibandingkan dengan periode
yang sama tahun lalu,” tulis perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di
Jakarta, Minggu (26/7/2020).
Selain itu, perseroan juga menekan beberapa pos beban
salah satunya beban penjualan menjadi hanya sebesar Rp29 miliar dibandingkan
dengan semester I/2019 sebesar Rp35,7 miliar.
Alhasil, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan
laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 10% menjadi Rp431,5
miliar dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp390,76 miliar.
Di sisi lain, total aset perseroan per 30 Juni 2020
berada di posisi Rp18,55 triliun. Angka itu turun 13,3% dibandingkan
dengan posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp21,4 triliun.
Adapun, kas setara kas perseroan menjadi sebesar
Rp1,31 triliun. Sementara itu, total liabilitas perseroan berhasil turun
menjadi Rp8,3 triliun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar
Rp11,34 triliun.
Liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka
panjang sebesar Rp2,75 triliun dan jangka pendek sebesar Rp5,56 triliun.




