Rabu, April 15, 2026

Pengusaha Diminta Majukan Wisata Kuliner dan Belanja di Indonesia

Must Read

Moneter.id – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para
pengusaha pariwisata untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) agar turut
serta memajukan wisata kuliner dan wisata belanja di Indonesia.

“Kuliner memberikan kontribusi tertinggi bagi PDB Ekonomi
Kreatif. Yang pertama itu kuliner 42%, yang kedua fashion 18%, dan ketiga kriya
15% yang masuk dalam kategori belanja,” kata Menpar Arief saat jumpa pers launching Wonderful Indonesia Culinary
and Shopping Festival (WICSF) di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Selasa
(17/9).

Terang Menpar, wisatawan mengeluarkan 30-40% dari total
pengeluaran mereka untuk kuliner dan belanja. Bila ditotal, belanja dan kuliner
mencapai 75%. Kuliner pula yang jadi tiga besar tujuan orang berwisata.

Ia menegaskan ada dua strategi dalam pengembangan wisata
kuliner untuk menjadikan Indonesia destinasi unggulan. Pertama, menetapkan National Foods yang sudah populer di media
massa dunia seperti CNN Survey yaitu Soto, Rendang, Nasi Goreng, Sate, dan
Gado-Gado.

Kedua, menetapkan
destinasi wisata kuliner. Saat ini Bali, Joglosemar, dan Bandung sedang
didorong untuk menjadi destinasi gastronomi standar UNWTO.

“Wisata kuliner mempunyai portofolio produk sempurna, karena
size-nya besar, sustainability tinggi, dan spread-nya
besar. Untuk itu para pengusaha harus jeli mengambil hal itu,” katanya.

Namun untuk menarik wisman agar berwisata kuliner dan
belanja di Indonesia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki. “Wisata kuliner
dan belanja untuk wisatawan nusantara (wisnus) tidak ada isu, sedangkan bagi
wisman banyak isu yang harus diperbaiki,” kata Menpar Arief Yahya.

“Kalau mengikuti cara Thailand yang memberikan soft loan sekitar Rp1,5 miliar
per-restoran kami tidak mempunyai anggaran. Solusinya, kami menggandeng 10
restoran diaspora di mancanegara untuk melakukan co-branding Wonderful Indonesia. Mereka menyajikan national food seperti soto, rendang, nasi
goreng, sate, dan gado-gado,” tegasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia
(APPBI) Alexander Stefanus Ridwan menjelaskan, WICSF ini sudah masuk tahun ke-4
dan ditetapkan menjadi Top 100 Calender Event Nasional. Sebagai agenda tahunan,
serta bentuk komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia
secara menyeluruh.

“Kami berharap WICSF 2019 dapat menjadi daya tarik baik
bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga ke depannya pusat
perbelanjaan juga dapat berperan sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia,”
jelasnya.

Alex berharap, WICSF dapat meningkatkan pertumbuhan
ekonomi hingga 20-30%. “Ini terlihat dari meningkatnya jumlah pusat
perbelanjaan yang berpartisipasi dalam WICSF 2019 dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya,” katanya.

Pada WICSF 2019 menyiapkan berbagai program kuliner dan
belanja menarik, seperti Dessert Festival, Lesehan Malam, Kuliner Kampung
Halaman, Mooncake Festival, Kelas Membatik, Gebyar Batik Nasional hingga music perfomance yang pastinya dikemas secara
apik dan modern.

WICSF kini sudah menjadi calendar of event Wonderful Indonesia dan akan dilaksanakan secara
rutin setiap tahunnya. Tahun ini, WICSF 2019 akan diselenggarakan selama
sebulan penuh mulai dari 27 September hingga 27 Oktober 2019 dan digelar
serentak di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

XChat Segera Meluncur, Elon Musk Tantang Dominasi WhatsApp dan Telegram

Elon Musk akan meluncurkan aplikasi pesan instan terbaru bernama XChat. Aplikasi besutan perusahaan media sosial X ini dikabarkan akan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img