Moneter.id – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,14% menjadi Rp 2,15
triliun sepanjang tahun 2019. Pendapatan ini dibukukan dari dua segmen usaha yakni manufaktur dan
distribusi.
“ARNA mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,1 triliun atau
tumbuh 7,74% dibanding tahun lalu. Disusul pendapatan dari distribusi yang
sebesar Rp 2,04 triliun,” tulis perseroan dalam laporan keuangan tahunan
perseroan di Jakarta, Minggu (9/2/2020).
Perseroan mengungkapkan, penjualan masih didominasi dari
pulau Jawa yang sebesar Rp 1,34 triliun. Adapun untuk yang di luar Jawa Rp
802,31 miliar dan naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, untuk laba sebelum pajak penghasilan tumbuh
37,9% yoy menjadi Rp 291,6 miliar.
Setelah dikurangi keseluruhan beban pajak, laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan ke pemilik entitas induk atau laba bersihnya menjadi Rp 215,53
miliar atau tumbuh 37,8% yoy dari
sebelumnya Rp 156,62 miliar di 2018.
Perusahaan produsen keramik ini
juga membukukan total liabilitas sebesar Rp 662,35 miliar atau tumbuh 11,8% yoy dari sebelumnya Rp 556 miliar di
2018. Adapun untuk ekuitasnya sebesar Rp 1,17 triliun.
Untuk tahun 2020, perseroan menargetkan pertumbuhan
penjualan sekitar 10%. “Kami mematok
pertumbuhan penjualan pada 2020 double digit sekitar 10%,” kata Chief Operation Officer (COO) Arwana
Citramulia, Edy Suyanto.




