Moneter
–
Emiten produsen ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatat penjualan bersih mencapai
Rp11,19 triliun hingga kuartal III-2021. Capaian ini meningkat 16,47%
dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,6 triliun.
“Berdasarkan segmen geografisnya, penjualan perseroan
sebesar Rp4,4 triliun berasal dari Pulau Jawa dan Rp2,95 triliun dari luar
Jawa,” tulis laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Kamis (04/11).
Tulisnya, penjualan ekspor didominasi oleh penjualan
ke Amerika sebesar Rp2,14 triliun, disusul penjualan ke Eropa sebesar Rp706,2
miliar, Asia Rp648,2 miliar, Timur Tengah Rp135,5 miliar, dan Afrika Rp131,4
miliar.
Alhasil, naiknya pendapatan perseroan juga turut
meningkatkan beban pokok penjualan perseroan hingga sembilan bulan pertama
2021. Pos beban ini naik 21,62 persen dari Rp7,84 triliun di kuartal III-2020,
menjadi Rp9,54 triliun di kuartal III-2021.
Akibat naiknya beban pokok penjualan ini, laba bruto
perseroan turun 6,39% menjadi Rp1,65 triliun, dibandingkan dengan periode yang
sama tahun lalu sebesar Rp1,76 triliun.
Selain itu, perseroan tercatat mampu membalikkan
kerugian sebesar Rp112,57 miliar di kuartal III-2020 menjadi laba yang dapat
diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp19,34 miliar di kuartal III-2021
ini.
Sepanjang Januari hingga September 2021, jumlah aset
perseroan tercatat meningkat menjadi Rp19,27 triliun, dari Rp17,78 triliun
sepanjang 2020.
Sementara jumlah liabilitas perseroan juga tercatat
naik menjadi Rp12,26 triliun per 30 September 2021, dari Rp10,9 triliun per 31
Desember 2020.
Adapun jumlah ekuitas GJTL juga naik menjadi Rp7
triliun per September 2021, dari Rp6,85 triliun per Desember 2020. Tahun ini,
perseroan menargetkan pertumbuhan lebih dari 19%.




