Rabu, Agustus 5, 2026

Penjualan ICBP Naik 11% ke Rp41,86 Triliun, Pelemahan Rupiah Gerus Laba Bersih

Must Read

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kinerja yang beragam pada semester I 2026. Di satu sisi, penjualan perseroan masih tumbuh dua digit, namun di sisi lain laba bersih mengalami tekanan akibat meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi seiring pelemahan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, ICBP membukukan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp41,86 triliun, meningkat 11% dibandingkan Rp37,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan penjualan tersebut turut mendorong laba usaha naik 8% menjadi Rp9,15 triliun dari Rp8,48 triliun pada semester I 2025. Perseroan juga mampu mempertahankan marjin laba usaha di level 21,9%, mencerminkan ketahanan bisnis di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Namun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 33% menjadi Rp3,70 triliun dari Rp5,54 triliun pada semester pertama tahun lalu. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pembiayaan akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Meski demikian, kinerja operasional inti perusahaan masih menunjukkan perbaikan. Hal itu tercermin dari core profit yang naik tipis 1% menjadi Rp5,40 triliun dibandingkan Rp5,37 triliun pada semester I 2025.

Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan perseroan tetap mampu membukukan kinerja yang positif di tengah dinamika pasar yang semakin tinggi.

“ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas,” ujar Anthoni Salim dalam keterangan resmi.

Perseroan menegaskan akan terus berfokus pada efisiensi operasional, menjaga profitabilitas, serta mengoptimalkan arus kas guna menghadapi tantangan pasar dan volatilitas nilai tukar pada sisa tahun 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Investasi Properti Asia Pasifik Capai US$105 Miliar pada Semester I-2026

Pasar properti komersial Asia Pasifik mencatat kebangkitan pada semester pertama 2026 dengan nilai investasi mencapai US$105 miliar, menjadi kinerja...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img