Selasa, November 3, 2026

Penjualan OMEd Melonjak 26,1%, Ekspor Alat Kesehatan Melejit 328%

Must Read

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) semakin agresif memperluas bisnis alat kesehatan di tengah meningkatnya permintaan pasar. Hingga September 2026, perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp1,85 triliun, tumbuh 26,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,47 triliun. Lonjakan ekspor hingga 328% turut menjadi pendorong pertumbuhan bisnis.

Kinerja positif tersebut ditopang peningkatan volume penjualan sebesar 28,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 2,60 miliar unit. Pertumbuhan penjualan mendorong laba bersih OMEd naik 31,6% menjadi Rp336 miliar dari Rp256 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi operasional, EBITDA perseroan meningkat 34% YoY menjadi Rp426 miliar. Laba per saham dasar (earning per share/EPS) juga tumbuh 30,7% menjadi Rp12,29 dari Rp9,4.

Kenaikan kinerja tersebut turut diikuti perbaikan profitabilitas. Margin laba kotor OMEd meningkat menjadi 35,5% dari 33,9%, margin EBITDA naik menjadi 23% dari 21,6%, dan margin laba bersih mencapai 18,2% dari sebelumnya 17,4%.

Peningkatan margin laba kotor mengindikasikan efisiensi produksi yang semakin baik di tengah kenaikan volume penjualan. Kondisi ini menjadi faktor penting bagi perseroan dalam menjaga pertumbuhan keuntungan di tengah ekspansi bisnis.

Dari sisi segmen produk, Barang Medis Habis Pakai (Disposables & Consumables) masih mendominasi penjualan dengan kontribusi Rp965,9 miliar, meningkat 33,6% YoY. Sementara itu, segmen Bioteknologi dan Laboratorium mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 51,2% menjadi Rp114,9 miliar.

Penjualan produk Alat Bantu Jalan dan Rehabilitasi (Walking Aids & Rehab) meningkat 31,7% menjadi Rp95,1 miliar. Adapun segmen Perawatan Luka (Wound Care) tumbuh 26,6% menjadi Rp302,6 miliar.

Ekspansi pasar juga tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel sebesar 32% menjadi Rp218 miliar. Pada kanal ekspor, penjualan OMEd melonjak 328% secara tahunan dengan Amerika Serikat sebagai pasar utama. Perseroan juga mulai memasuki pasar Filipina untuk memperluas jangkauan distribusi produk.

Di tengah ekspansi, kondisi keuangan OMEd tetap terjaga. Perseroan membukukan total aset Rp3,49 triliun, liabilitas Rp514 miliar, dan ekuitas Rp2,98 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) tercatat 0,17 kali, sedangkan rasio utang berbunga terhadap ekuitas hanya 0,01 kali. Rasio lancar berada di level 9,5 kali.

Efisiensi pengelolaan modal kerja juga membaik. Siklus konversi kas (cash conversion cycle/CCC) turun menjadi 179 hari dari 207 hari pada periode yang sama tahun lalu. Perbaikan tersebut didukung penurunan hari piutang menjadi 47 hari dan hari persediaan menjadi 166 hari. Sementara itu, hari utang usaha meningkat menjadi 33 hari.

Dengan tren pertumbuhan tersebut, OMEd merevisi naik target pendapatan 2026 menjadi sekitar Rp2,5 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun, atau tumbuh sekitar 21% secara tahunan.

Perseroan tetap mempertahankan target margin laba kotor pada kisaran awal 30% serta penjualan ekspor sebesar US$1 juta hingga US$1,5 juta. Revisi target pendapatan mencerminkan optimisme perusahaan terhadap prospek permintaan produk alat kesehatan dan ekspansi pasar domestik maupun internasional hingga akhir 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Program CreaFIN Bukakan Akses Modal Usaha 50 Pegiat Ekraf Yogyakarta

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menghadirkan program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) dengan melibatkan 50 pegiat ekonomi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img