Rabu, September 23, 2026

PEPC Dorong Ekonomi Sirkular di Sekitar JTB, Sampah hingga Kelor Jadi Sumber Pendapatan

Must Read

Kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi (migas) mulai diarahkan tak hanya mengejar produksi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mengembangkan sejumlah Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di sekitar proyek Jambaran–Tiung Biru (JTB), Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Program tersebut menyasar persoalan lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal. PEPC memperkenalkan sejumlah program tersebut kepada media dalam kunjungan ke lokasi PPM di Bojonegoro, Selasa (22/9/2026).

Salah satu program yang dikembangkan adalah Program Biru Langit Jambaran–Tiung Biru di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Melalui Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSM-KH), masyarakat tidak hanya melakukan pemilahan sampah, tetapi juga mengembangkan budidaya magot hingga mengolah sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis melalui teknologi pirolisis.

Pengolahan tersebut menghasilkan bahan bakar yang digunakan untuk kebutuhan operasional internal kelompok. Program ini sekaligus menjawab persoalan pembuangan dan pembakaran sampah yang sebelumnya berpotensi memicu pencemaran lingkungan serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Dari sisi ekonomi, aktivitas tersebut mulai menghasilkan nilai tambah. BSM-KH saat ini telah memiliki 340 kepala keluarga sebagai nasabah bank sampah dengan kapasitas pengelolaan rata-rata 50 ton sampah per tahun. Kelompok tersebut juga mencatat rata-rata pendapatan sekitar Rp45 juta per tahun.

Sebanyak 25 orang terlibat dalam rantai kegiatan BSM-KH, mulai dari pemilahan dan penjemputan sampah hingga budidaya magot dan pengoperasian fasilitas pirolisis.

Pengembangan ekonomi berbasis lingkungan juga masuk ke sektor pendidikan. Melalui program KURASAKI atau Kurangi Sampah Kita, BSM-KH telah membina 15 lembaga pendidikan di Bojonegoro.

Di sektor pertanian, PEPC mengembangkan pemberdayaan Petani Hutan JTB di Desa Bandungrejo melalui Koperasi Produsen Rimba Tani. Limbah pertanian yang sebelumnya berpotensi dibakar kini dimanfaatkan sebagai bahan kompos dan media tanam.

Program tersebut juga mengembangkan demoplot hortikultura organik sebagai alternatif terhadap pola pertanian monokultur yang selama ini bergantung pada penggunaan pupuk kimia. Hingga 2025, program ini mencatat 134 penerima manfaat langsung dan 837 penerima manfaat tidak langsung.

Dampaknya juga terlihat dari sisi lingkungan. Praktik pembakaran hutan dan lahan tercatat turun 75% sepanjang periode 2021–2025.

Sementara itu, potensi komoditas lokal dikembangkan melalui UMKM Herbasina Nutrindo di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan. Kelompok yang beranggotakan tujuh orang tersebut mengolah daun kelor menjadi berbagai produk makanan dan minuman.

Kapasitas produksinya kini mencapai sekitar 1.100 produk per bulan dengan omzet sekitar Rp15 juta per bulan. Produk Herbasina Nutrindo juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), P-IRT, sertifikat halal, serta HAKI merek.

Perluasan pasar dilakukan melalui kanal digital dan kafe, sehingga produk berbasis komoditas lokal tersebut tidak hanya mengandalkan pasar di sekitar wilayah produksi.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan PPM di wilayah operasi hulu migas dapat diarahkan menjadi instrumen penciptaan nilai ekonomi sekaligus pengelolaan lingkungan. Sampah yang sebelumnya menjadi persoalan diubah menjadi sumber pendapatan, limbah pertanian dimanfaatkan kembali, sementara komoditas lokal seperti kelor dikembangkan menjadi produk komersial.

Bagi industri hulu migas, pendekatan tersebut juga memiliki dimensi strategis karena penguatan ekonomi masyarakat dan pengelolaan lingkungan dapat menjadi bagian dari investasi sosial di sekitar wilayah operasi.

Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pembukaan akses pasar, PPM di sekitar JTB diarahkan untuk memperbesar kemandirian ekonomi masyarakat. Pada saat yang sama, program tersebut menjadi upaya membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara aktivitas operasi migas dengan masyarakat dan lingkungan di wilayah sekitar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Huawei Perkuat Ekosistem Mitra, Targetkan Adopsi AI dalam Skala Besar

Huawei memperkenalkan SCALE, sistem dukungan baru bagi mitra untuk mempercepat penerapan kecerdasan buatan (AI) di berbagai industri. Sistem tersebut diumumkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img