Moneter.id – Fluktuasi
harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk
pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode November 2018.
Dibandingkan HPE periode sebelumnya, sebagian besar komoditas produk
pertambangan periode November 2018 mengalami kenaikan. Ketentuan HPE periode
November 2018 ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 104 Tahun
2018, tanggal 26 Oktober 2018.
“HPE
beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan yang disebabkan oleh adanya
fluktuasi harga internasional. Hanya produk konsentrat timbal, konsentrat
ilmenit, konsentrat rutil, dan nikel yang mengalami penurunan,” kata Direktur
Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan, Rabu (31/10).
Sejumlah
produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat
besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir
besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat
ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.
Perhitungan
harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit,
konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat
rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet
konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit
bersumber dari London Metal Exchange (LME).
Dibandingkan
periode sebelumnya, kenaikan HPE dialami sebagian besar produk di periode
Oktober 2018. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) pada periode Oktober 2018
ditetapkan dengan harga rata-rata USD 2.214,43 /WE atau naik sebesar 3,03
persen, konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD 682,06/WE
atau naik sebesar 8,03 persen.
Konsentrat
besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen) dengan harga rata-rata USD 47,88/WE
atau naik sebesar 3,16 persen, konsentrat besi laterit (gutit, hematit,
magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10 persen) dengan
harga rata-rata USD 24,46/WE atau naik sebesar 3,16 persen, konsentrat pasir
besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD
28,59/WE atau naik sebesar 3,16 persen,
Serta, konsentrat
mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata rata USD 320,98/WE atau naik sebesar
0,66 persen, dan bauksit (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD
27,73/WE atau naik sebesar 0,66 persen.
Sedangkan
produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah
konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 822,10/WE atau turun
sebesar 2,08 persen; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata
USD 886,83/WE atau turun sebesar 1,05 persen; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45
persen) dengan harga rata-rata USD 204,66/WE atau turun sebesar 0,58 persen;
dan nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata USD 18,20/WE atau turun
sebesar 1,76 persen.
Sementara
itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak
mengalami perubahan. “Penetapan HPE periode November 2018 ini ditetapkan
setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai
instansi terkait,” tegas Oke.
(TOP)




