Rabu, Januari 14, 2026

Permintaan Obligasi dan Sukuk PT SMI Masuk Hingga Lebih dari Rp 16 Triliun

Must Read

PT Sarana Multi Irnfrastruktur (Persero)(PT SMI) secara resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multi Infrastruktur Tahap IV Tahun 2025 (Obligasi) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2025 (Sukuk Mudharabah) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat, 28 November 2025.

Pencatatan ini menjadi salah satu penerbitan surat utang domestik terbesar yang pernah dilakukan Perseroan dalam satu kali penerbitan, sekaligus memperkuat posisi PT SMI sebagai agen pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Tingginya ketertarikan investor terhadap surat utang yang diterbitkan PT SMI tercermin dari permintaan yang masuk hingga lebih dari Rp 16 triliun atau oversubscribed lebih dari empat kali lipat dari target penerbitan awal sebesar Rp 4 triliun.

Hal tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap kinerja keuangan, tata kelola, serta prospek bisnis Perseroan. Dengan memanfaatkan permintaan yang tinggi serta kondisi pasar yang baik, PT SMI mengoptimalkan nilai penerbitan menjadi sebesar Rp 6,5 triliun.

Untuk instrumen Obligasi, nominal yang diterbitkan sebesar Rp 4 triliun yang terbagi dalam lima seri. Seri A memiliki tenor 1 tahun dengan kupon 5,00%, Seri B tenor 3 tahun dengan kupon 5,45%, dan Seri C tenor 5 tahun dengan kupon 5,759%. Selain itu, sebagai bagian dari upaya diversifikasi, untuk pertama kalinya PT SMI menerbitkan obligasi dengan fitur zero coupon, yang terdiri dari Seri D dengan tenor 10 tahun dan yield 6,60%, serta Seri E dengan tenor 15 tahun dan yield 6,90%.

Kehadiran instrumen zero coupon ini menjadi pencapaian penting bagi PT SMI dalam menyediakan opsi investasi alternatif di pasar modal, khususnya kepada investor institusional berorientasi jangka menengah hingga panjang. Sedangkan untuk instrumen Sukuk Mudharabah, nominal yang diterbitkan sebesar Rp 2,5 triliun yang terdiri dari dua seri: Seri A dengan tenor I tahun dengan imbal hasil sebesar ekuivalen 5,00% dan Seri B dengan tenor 3 tahun dengan imbal hasil sebesar ckuivalen 5,45%.

Penerbitan Sukuk Mudharabah ini menawarkan alternatif investasi yang kompetitif bagi investor yang menerapkan prinsip keuangan syariah, sekaligus berkontribusi pada pengembangan dan pendalaman pasar keuangan syariah di Indonesia.

“Tanggapan positif dari investor terhadap penerbitan surat utang ini mempertegas posisi PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) dan mitra strategis Pemerintah dalam memperkuat ekosistem pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah.

“Dengan terus melakukan diversifikasi instrumen pendanaan, kami terus berupaya menghadirkan solusi pembiayaan adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan. Hasil penerbitan ini akan mendorong ruang pembiayaan yang lebih luas bagi proyek-proyek prioritas, sehingga menciptakan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional”, imbuh Reynaldi.

Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang diterbitkan ini telah memperoleh peringkat AAA untuk Obligasi dan AAA(sy) untuk Sukuk Mudharabah dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut juga mencerminkan kuatnya dukungan Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham, posisi PT SMI sebagai key player di sektor pembiayaan infrastruktur, serta profil permodalan, likuiditas, dan fleksibilitas keuangan yang sangat solid.

Seluruh dana hasil penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berbagai proyek infrastruktur. PT SMI tidak hanya menyediakan instrumen investasi yang kredibel dan menarik bagi para investor, tetapi juga memberikan kesempatan bagi publik untuk mendukung upaya Perseroan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, pemerataan infrastruktur di berbagai daerah, serta memberikan dampak positif yang luas bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img