Kamis, Maret 5, 2026

Pertamina kantongi total laba USD 6,1 miliar periode 2018 – 2020

Must Read

Moneter – PT
Pertamina (Persero) meraup total laba bersih sebesar US$ 6,1 miliar sepanjang
tahun 2018 hingga 2020. 
“Pencapaian keuntungan tersebut merupakan hasil kinerja yang
luar biasa dari seluruh manajemen dan pekerja Pertamina selama pandemi
Covid-19,” 
kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.

Pada
tahun 2020, katanya, perseroan menghadapi 
triple
shock
 sebagai imbas dari pandemi. Namun, Pertamina berhasil mencatat
keuntungan sebesar US$ 1,1 miliar.

Selain
itu, katanya, di 2020 perseroan telah menyelesaikan tiga 
corporate loan dengan
total sebesar US$ 549 juta. Sementara itu, di tahun 2021, Pertamina mampu
melakukan pembayaran utang bond sebesar US$ 391 juta.

“Jadi
tidak benar adanya asumsi bahwa Pertamina tidak bisa membayar kewajiban. Saat
ini, Pertamina merupakan salah satu perusahaan Indonesia yang sehat, produktif
dan efisien di tengah terpaan pandemi Covid-19,” tegas Fajriyah
, Rabu (2/2/2022).

“Saat
ini rasio utang Pertamina terhadap ekuitas dari sisi keuangan masih dalam batas
wajar sebagai perusahaan yang sehat. Begitu pula mekanisme yang dilakukan tetap
mengacu pada regulasi yang ada,” katanya lagi.

Dengan
kinerja keuangan tersebut, Pertamina mampu berkontribusi pada pendapatan
Pemerintah hampir Rp 200 triliun pada 2020 yang berasal dari setoran Pajak dan
Dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta penerimaan negara dari
Minyak Mentah dan Kondesat Bagian Negara (MMKBN) dari blok-blok migas
Pertamina.

“Kami
berkomitmen menjalankan operasional yang excellent, mencapai pertumbuhan yang
positif dan pada saat bersamaan tetap berkontribusi bagi bangsa negara,” ujarnya.

Informasi,
sejak 2018 Pertamina sudah gencar mengebut proyek kilang yang ada dengan
perhitungan yang akurat dan cermat. Di antaranya proyek Refinery Development
Master Plan (RDMP) Balongan yang akan memberikan tambahan kapasitas produksi
dari 125 ribu barel per hari menjadi 150 ribu barel per hari di April 2022.

Sementara
itu, proyek kilang RDMP Balikpapan nantinya dapat menekan defisit neraca migas
hingga US$ 2,65 miliar per tahun. Ini karena kilang sudah bisa menghasilkan
produk bernilai jual tinggi seperti gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax,
Pertalite) dengan kualitas Euro 5 dan propilena, produk petrokimia yang
kebutuhannya masih sangat tinggi. Pertamina optimis keseluruhan proyek RDMP
Balikpapan selesai pada 2024.

Di
tahun 2020, Pertamina juga berhasil melakukan alih kelola Blok Rokan yang
secara resmi dikelola pada 9 Agustus 2020 melalui PT Pertamina Hulu Rokan
(PHR). Pertamina terbukti mampu menjaga kinerja unggul Wilayah Kerja (WK)
Rokan.

Periode Agustus 2021 hingga Desember 2021 pasca alih
kelola, PHR WK Rokan berhasil mengebor 90 sumur tajak dan menaikkan tingkat
produksi dari WK migas terbesar kedua di tanah air itu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Metrodata Electronics Perkuat Talenta Digital Sebagai Fondasi Transformasi AI di Indonesia

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten Teknologi Informasi (TI) dan peralatan komunikasi terbesar di Indonesia, kini tengah mengoptimalkan pemanfaatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img