Sabtu, Februari 28, 2026

Presiden Jokowi: Raja, Sultan dan Petinggi Keraton Harus Kembangkan Pariwisata Berbasis Sejarah

Must Read

Moneter.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para raja, sultan dan petinggi keraton di
Nusantara untuk mengembangkan pariwisata berbasis sejarah.

“Saya
tadi sudah bisik-bisik dengan bapak Sultan Kasepuhan Cirebon, nanti mungkin
awal Desember atau pertengahan Desember saya ingIn mengundang tapi tidak
semuanya untuk berbicara masalah keraton yang ada di nusantara, mungkin bisa
20-30 (orang) tapi tidak mungkin 2000 (orang),” kata Presiden Joko Widodo
di Istana Maimun, Medan, Minggu (26/11).

Seperti diketahui, Istana
Maimun adalah istana Kesultanan Deli yang dibangun pada 1888 oleh Sultan Mahmud
Al Rasyid.
 “Banyak
negara yang berkembang pariwisatanya justru dengan mengangkat peninggalan
kerajaan masa lalu seperti di istana atau benteng di Jepang, istana di
negara-negara Eropa dan juga Inggris,” kata Presiden Jokowi.

“Yang penting diperkuat dengan narasi
dengan cerita sehingga wisatawan menjadi tertarik bukan hanya melihat bangunan
istana yang telah direkontruksi tapi juga mendengar kisah-kisah masa
lalu,” ungkap Presiden.

Dengan
mengembangkan wisata heritage tersebut, menurut Presiden, maka
keraton akan bisa memberikan manfaat bukan hanya bagi Keraton tapi juga bagi
kesejahteraan masyarakat sekitar Keraton. 
“Saya
juga minta Festival Keraton Nusantara terus dikembangkan lagi, sehingga bukan
hanya digunakan sebagai sarana edukasi budaya tapi juga sekaligus ikut
menggerakkan perekonomian daerah,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga berpesan agar para pemangku adat Keraton untuk bersama-sama menjaga
kebersamaan, tali persaudaraan, semangat Persatuan.
  “Saya
yakin para Sultan, para Raja mendapatkan amanah dari para pendahulu atau
raja-raja terdahulu untuk menjadi pengayom dari seluruh warga penjaga kerukunan
di tengah keragaman menjadi perekat ke-bhinnekaan,” tambah Presiden.

Presiden Jokowi meyakini bahwa Indonesia punya banyak nilai-nilai kearifan lokal untuk
menyikapi perbedaan seperti mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat.
 “Untuk
itu nilai-nilai kearifan lokal ini perlu diangkat sehingga setiap gesekan dalam
masyarakat bisa diselesaikan secara damai,” ungkap Presiden.

Dalam
pembukaan festival itu hadir juga Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi,
Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton
se-Nusantara Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadingrat dan raja, ratu, serta
sultan dari berbagai kesultanan. (HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img