Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Sekolah Rakyat Tahap I yang direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Peresmian terpusat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan terobosan strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
“Saya bangga melihat Sekolah Rakyat sebagai terobosan untuk mengentaskan kemiskinan. Tujuan kita bernegara adalah membawa kesejahteraan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kerja keras lintas kementerian dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat adalah hasil kerja keras yang kompak. Saya ucapkan terima kasih kepada Kementerian PU atas peran dan dedikasinya dalam membangun Sekolah Rakyat,” tambah Presiden Prabowo.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis pendidikan inklusif yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin hingga miskin ekstrem. Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I yang diresmikan telah beroperasi sejak 2025 dan dibuka secara bertahap mulai Juli, Agustus, dan September 2025.
Tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa Kementerian PU bertugas memastikan seluruh infrastruktur Sekolah Rakyat dibangun hingga tuntas.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pembangunan harus tepat waktu, berkualitas, dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi para siswa. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi investasi masa depan bangsa,” tegas Menteri Dody .
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis memastikan seluruh fasilitas utama, mulai dari ruang belajar, asrama, sanitasi, hingga sarana pendukung lainnya, telah memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan.




