Moneter.id – Kementerian
Perindustrian gencar mendorong produktivitas dan daya saing industri kecil dan
menengah (IKM) nasional. Hal ini karena IKM mampu menopang perekonomian nasional.
“Banyak IKM
kita yang memiliki potensi unggul sehingga bisa kompetitif di kancah
internasional. Salah satunya IKM di Yogyakarta yang mampu menunjukkan kinerja
gemilang,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Selasa (12/6).
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi
DIY, produksi industri mikro kecil (IMK)
di wilayah tersebut pada triwulan IV/2017 terhadap periode
yang sama di tahun sebelumnya
(y-on-y) tercatat
tumbuh positif hingga 17,28%. Capaian ini melampaui angka pertumbuhan di tingkat nasional sebesar 4,59%.
Gati
menyampaikan, pelaku IKM saat ini perlu memanfaatkan perkembangan teknologi
dalam upaya mendukung produksi dan promosinya. Untuk itu, Kemenperin telah
memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui program e-Smart IKM.
“Program
e-Smart IKM yang digagas oleh Kemenperin ini merupakan sistem berbasis data
yang meliputi sentra dan produk IKM yang tersaji secara terintegrasi dengan marketplace lokal,” jelasnya.
Melalui
e-Smart IKM, Gati berharap, dapat mempermudah dan memperluas akses pasar IKM
melalui pemasaran online. Selain itu mampu
meningkatkan keunggulan IKM di kancah domestik dan global karena memperoleh
ketersediaan bahan baku, teknologi dan modal.
“Apalagi, Indonesia sedang memasuki era revolusi industri 4.0, di mana
teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya dalam proses
produksi untuk mencapai efisiensi dan kualitas yang maksimal,” paparnya.
(TOP)




