MONETER
– PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) membukukan penjualan bersih hingga Rp1,74
triliun di semester I/2022. Capaian itu naik 3,58% dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,68 triliun.
Emiten pemegang hak waralaba Pizza Hut ini
menjelaskan, sebagian besar penjualan disumbang oleh segmen penjualan makanan
yang mencapai Rp1,64 triliun sebelum dikurangi potongan penjualan.
“Penjualan minuman sebelum dikurangi potongan
sebesar Rp112,48 miliar, naik daripada semester I/2021 sebesar Rp95,34 miliar,”
tulis perseroan diketerangan resminya, Selasa (30/8/2022).
Tulis perseroan, beban pokok penjualan tercatat
turun 1,12% secara tahunan menjadi Rp560,60 miliar dari sebelumnya Rp566,96
miliar.
Alhasil, laba kotor PZZA naik 5,96% menjadi Rp1,18
triliun dari sebelumnya Rp1,12 triliun. Meski demikian, beban operasi PZZA
tercatat meningkat dipicu oleh membengkaknya beban penjualan menjadi Rp1,07
triliun dari sebelumnya Rp977,77 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik
menjadi Rp112,12 miliar dibandingkan dengan Rp97,65 miliar pada periode yang
sama tahun lalu.
Kemudian laba operasi turun 80,38% secara tahunan
menjadi Rp11,27 miliar sepanjang semester I/2022, dibandingkan dengan Rp57,46
miliar di semester I/2021.
Sementara itu, bottom line PZZA memperlihatkan rugi
tahun berjalan sebesar Rp5,70 miliar dari sebelumnya laba Rp40,40 miliar.
Adapun aset PZZA pada akhir Juni 2022 mencapai Rp2,34 triliun, naik dari total
aset Rp 2,21 triliun di akhir tahun 2021.
Selain itu, total liabilitas PZZA naik 18,21%
menjadi Rp1,24 triliun pada 30 Juni 2022, dari posisi Rp1,05 triliun pada 31
Desember 2021. Kenaikan terutama disebabkan oleh naiknya liabilitas jangka
pendek karena bertambahnya utang bank jangka pendek sebesar Rp120,11 miliar
sehingga menjadi Rp165,32 miliar.
Untuk diketahui, pada tahun 2022 perseroan menargetkan
pendapatan Rp 3,4 triliun dan untuk memenuhi target tersebut terus gencar
menambah gerai baru. Hingga Juli 2022, perseroan telah membuka 42 gerai.




