Selasa, Maret 3, 2026

Redenominasi Mata Uang, Menkeu: Transisinya Panjang

Must Read

Moneter.co.id – Membutuhkan transisi yang panjang untuk redenominasi mata uang rupiah. Pasalnya, baru sekarang kondisi ekonomi Indonesia dinilai paling baik dan paling memungkinkan untuk melakukan redenominasi mata uang. Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7).

Saat ini, Bank Indonesia bersama dengan Komisi XI DPR RI tengah merampungkan pembahasan redenominasi melalui Focus Group Discusion (FGD) sebelum akhirnya nanti menjadi poin pembahasan dalam Prolegnas 2017.

“Memang transisinya lama. Kalau kita lihat pokoknya fondasi ekonominya harus terjaga dengan baik, dari sisi stabilitas apakah neraca pembayaran, kebijakan fiskal, moneter, semua harus memiliki kualitas terjaga sehingga menimbulkan kepercayaan diri,” ucap Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan, pemerintah telah berhasil membawa APBN ke kredibilitasnya, sehingga semua pihak mampu menumbuhkan kepercayaan lagi terhadap pemerintah terlebih saat Indonesia memperoleh peringkat dalam rating investasi menjadi layak investasi pada tahun ini. 

Kondisi tersebut dipandang Sri Mulyani menjadi kesempatan Indonesia untuk melakukan redenominasi mata uang. “APBN kita sudah dianggap kembali memiliki kredibilitas dan realistis sehingga kita bisa mendapatkan invenstment grade. Neraca pembayaran kita juga sudah mulai menunjukkan penguatan dari sisi neraca perdagangan dan current account dan capital account

“Kalau policy kita tetap konsisten, kondisi ekonominya tetap terjaga, pasti akan bisa menuju ke hal yang positif,” pungkasnya. 

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img