Selasa, Maret 3, 2026

Rombongan Komisi VII Bersyukur Terhindar dari Bom London

Must Read

Moneter.co.id – Teror bom di Gedung Parlemen Inggris pada 22 Maret lalu cukup membuat terkejut pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI. Pasalnya, tragedi serangan teroris tersebut terjadi hanya berselang beberapa hari dari kunjungan kerja Komisi Energi di London.

“Sangat mengagetkan, dan serangan bom di gedung Parlemen di London itu terjadi hanya beberapa hari setelah rombongan Komisi VII melakukan kunker. Kami bersyukur bisa kembali ke Jakarta dalam keadaan baik semua,” kata Wakil Ketua Komisi VII Satya Widya Yudha yang memimpin rombongan Kunker ke Inggris baru-baru ini.

Politikus Fraksi Partai Golkar itu juga menceritakan bahwa rombongan Kunker Komisi VII juga melewati jalan dan pintu gerbang yang menuju Gedung Parlemen Inggris di mana serangan teroris itu terjadi. “Jadi bisa dibayangkan apabila perjalanan kami tertunda seminggu kemudian, maka kami satu rombongan pasti akan mengalami ketidakmudahan krn peristiwa itu,” jelas dia.

Satya menambahkan, rombongan Komisi VII melakukan kunjungan kerja ke Inggris diantaranya berkunjung ke DPR Inggris (UK House of Commons) dan sejumlah lembaga/instansi lainnya yang berkaitan dengan bidang kerja Komisi VII. “Di DPR Inggris, kami membahas kerjasama parlemen dan juga pemerintahan,” ujar dia.

Menurut Satya, rombongan DPR diterima di Komisi Parlemen Inggris yang membidangi bisnis, energi dan strategi industri (Select Committee on Business, Energy and Industrial Strategy). Parlemen Inggris telah menyesuaikan nama Komisi yang membahas energi ini lantaran Pemerintahan Inggris juga telah mengubah nama kementeriannya.

Penerimaan kunjungan itu dipimpin langsung oleh Ketua Komiite Amanda Milling, anggota UK House of Commones dari Partai Konservatif. Pokok-pokok masalah yang dibahas dalam pertemuan kedua komisi energi dari dua negara ini di antaranya adalah tentang strategi Inggris dalam pengembangan energi khususnya di bidang energi baru dan terbarukan (EBT), dan penanggulangan perubahan iklim.

Rombongan Komisi VII juga berkunjung ke Kementrian Energi dan Strategi Industri untuk mendapatkan gambaran tentang kerjasama energi antara Inggris dan Indonesia, yang dikenal dengan UK-Indonesia Energy Dialogue. Mereka mendapatkan gambaran model pengawasan di sektor ketenagalistrikan yang dilakukan oleh lembaga Ofgem, otoritas netral yang mengawasi ketenagalistrikan, yang kemudian melapor kepada Parlemen.

Selama kunjungan hampir sepekan tersebut, rombongan Komisi VII juga sempat mendatangi kantor pusat BP Plc dan Premier Oil. Kedua korporasi ini telah lama berinvestasi di bidang minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia. 

“Kami juga mendapatkan penjelasan tentang outlook energy 2017 dari Chief Economist BP – Spencer Dale, yang terkenal dengan program BP Statistical Review-nya,” kata Satya,

Satya berkomentar, rombongan Komisi VII di kantor BP diterima oleh Deputy CEO Dave Sanyan, mengingat CEO BP Robert Dudley sedang melakukan kunjungan ke USA. Di kantor Premier Oil, rombongan Komisi VII diterima oleh CEO Premier Oil Inc Tonny Durrant yang menjelaskan strategi investasinya di Asia, termasuk suplai gas ke Vietnam.

Rombongan Komisi VII juga berdiskusi tentang aturan perminyakan dan pertambangan dengan lembaga riset Natural Governance Resources Institute (NRGI). Diskusi juga dilakukan dengan Climate Parliament, Inggris.

“Mengakhiri kunjungan kami bertatap muka dengan Duta Besar Indonesia Rizal Sukma yang mengirim senior stafnya dalam mendampingi selama kunjungan kami,” ujar Satya.

Anggota rombongan Komisi VII terdiri dari Hadi Mulyadi (Fraksi PKS), Ahmad Farial (Fraksi PPP), Doni Oekon (Fraksi PDIP), Kurtubi (Fraksi Partai Nasdem), Zulkiflimansyah (Fraksi PKS), Aryo Djojohadikusumo (Fraksi Partai Gerindra), Farid al-Fauzi (Fraksi Partai Hanura), Agus Sulistyono (Fraksi PKB), Eni Maulani Saragih (Fraksi Partai Golkar), dan Mohammad Nazir (Fraksi Partai Demokrat). Ketika mengunjungi Parlemen Inggris, ada tambahan anggota rombongan dari anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR.

Reporter : Inka

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img