Moneter.co.id –Wakil Ketua Panitia Seleksi (Pansel) anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ramlan Surbakti mengatakan, pihaknya tak membeda-bedakan seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu.
Hal itu dia sampaikan, menjawab pertanyaan yang berkembang di publik mengenai tidak lolosnya lima anggota Bawaslu yang masih menjabat pada saat ini.
Sementara itu, sejumlah anggota KPU yang masih menjabat saat ini, justru diloloskan seluruhnya. “Tiga orang anggota Bawaslu petahana tidak lolos dalam seleksi tahap kedua. Sedangkan dua lainnya, kata dia, tidak lolos pada seleksi tahap ketiga,” kata Ramlan, Kamis (30/3)
“Itu kan, tiga tidak lolos pada tahap kedua, yaitu ketika seleksi administrasi dia masih masuk, lalu diadakan berbagai tes. Ada tiga dari Bawaslu yang tidak masuk. Dua yang masuk tahap tiga, yaitu Muhammad dan Endang,” ucap Ramlan.
Ia menyampaikan, Pansel juga melibatkan pihak luar untuk menilai jawaban-jawaban dari para calon anggota KPU-Bawaslu saat seleksi.
Ramlan menyebut, ada tiga pihak yang dilibatkan, yakni akademisi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan kalangan wartawan. “Ini kan semuanya check dan counter check. Jadi, betul yang menilai teman-teman dari luar, akademisi ini, termasuk LIPI dan wartawan,” ujar Ramlan.
Masa jabatan anggota KPU dan Bawaslu periode 2012-2017 akan berakhir pada 12 April 2017 mendatang. Presiden Joko Widodotelah memberikan daftar nama calon anggota KPU dan Bawaslu ke DPR untuk diseleksi dan ditetapkan.
Daftar nama yang diajukan tim pansel ini nantinya akan melewati proses uji kepatutan dan kelayakan. Selanjutnya, bila DPR setuju, maka akan diloloskan dan disahkan tujuh nama untuk KPU dan lima nama untuk Bawaslu. Nama-nama yang disahkan nantinya akan menjadi anggota KPU-Bawaslu periode 2017-2022.
Rep.HAP




