MONETER – Perusahaan
kontraktor tambang PT Hillcon Tbk. (HILL) berencana menggelar
penawaran
umum perdana saham (intial public offering/IPO) dengan menawarkan
sebanyak 442,3 juta saham biasa dengan nilai nominal Rp100. Harga yang ditawarkan untuk aksi korporasi ini ada di kisaran Rp1.250–Rp2.000 per saham dan
berharap dapat meraup dana segar sebanyak-banyaknya Rp884,6 miliar.
Masa penawaran awal akan dilaksanakan pada 12-26
Januari 2023. Selanjutnya pekiraan tanggal efektif pada 7 Februari 2023, dan
dilanjutkan dengan perkiraan masa penawaran umum pada 9-13 Februari 2023.
Kemudian, perkiraan tanggal penjatahan dilaksanakan
pada 13 Januari 2023, dilanjutkan dengan distribusi saham diperkirakan pada 14
Februari 2023. Adapun, saham HILL diperkirakan bisa mulai tercatat di bursa
pada 15 Februari 2023.
“Sebanyak 55% dana hasil IPO akan digunakan untuk
modal kerja anak usaha PT Hillconjaya Sakti (HS) untuk biaya produksi
penambangan, termasuk biaya bahan bakar, overhead, dan pemeliharaan seluruh
alat-alat,” tulis keterangan resmi perseroan.
Sisanya sebanyak 45%
akan digunakan untuk belanja modal atau capex untuk pembelian alat-alat berat
seperti main fleet dan supporting fleet yang akan mendukung kegiatan
operasional HS di sektor nikel.
Sebelumnya, HILL batal IPO atau
canceled. Pada Juli 2022, HILL sempat menawarkan saham sejumlah 22.115.000 lot
saham biasa (setara 2,21 miliar saham) atau sebanyak-banyaknya 15 persen dari
modal disetorkan, dengan nilai nominal Rp20.
Saham tersebut ditawarkan kepada masyarakat dengan
harga penawaran Rp250 hingga Rp400 per saham, sehingga dana raihan IPO
sebanyak-banyaknya senilai Rp884,6 miliar.




