ShopeePay mulai membidik ceruk ekonomi kreatif sebagai lahan baru untuk memperluas ekosistem bisnis pembayaran digital. Bersama SPayLater, perusahaan menggencarkan pendekatan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lewat sektor batik yang memiliki basis industri dan tenaga kerja besar.
Strategi tersebut tercermin melalui Kompetisi Desain Batik Nasional “Corak Cerita Nusantara”. Bukan sekadar ajang mencari motif batik baru, program ini menjadi pintu masuk ShopeePay dan SPayLater untuk memperkuat kedekatan dengan komunitas UMKM, perajin, kreator, hingga pelaku industri kreatif di berbagai daerah.
Potensi pasar yang dibidik pun tidak kecil. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, terdapat lebih dari 5.900 industri batik yang tersebar di lebih dari 200 sentra produksi di 11 provinsi. Ekosistem tersebut melibatkan sekitar 200.000 tenaga kerja melalui 47.000 unit usaha.
Besarnya basis pelaku usaha tersebut membuat batik memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif sekaligus ekonomi digital. Bagi pemain pembayaran digital, semakin banyak UMKM yang masuk ke ekosistem digital berarti semakin besar pula peluang memperluas transaksi, penggunaan layanan keuangan, hingga loyalitas pengguna.
ShopeePay pun mencoba mengambil posisi lebih dalam dari sekadar penyedia alat pembayaran. Perusahaan mengemas pemberdayaan UMKM dengan mengangkat batik sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus produk ekonomi kreatif yang dapat terus dikembangkan.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengatakan setiap motif batik memiliki nilai cerita dan identitas yang dapat terus berkembang mengikuti zaman.
“Setiap motif batik membawa cerita dan identitas Indonesia yang terus berkembang. Melalui tema ‘Corak Cerita Nusantara’, kami mengajak masyarakat menghadirkan desain yang mencerminkan cerita, identitas, dan makna budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Eka Nilam Dari.
Menurut dia, karya yang terpilih diharapkan tidak hanya menjadi representasi kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga mengingatkan terhadap semangat para pelaku UMKM.
“Harapannya, desain batik yang terpilih terus mengingatkan perusahaan terhadap kekayaan budaya dan semangat para pelaku UMKM di Indonesia,” lanjutnya.
Kompetisi ini terbuka luas bagi UMKM batik, perajin, sanggar batik, koperasi, komunitas batik, desainer, ilustrator, mahasiswa, pelaku kreatif hingga masyarakat umum. Peserta dapat mengirimkan karya orisinal pada periode 5 Agustus hingga 5 September 2026.
Yang menarik, ShopeePay tidak berhenti pada pemberian hadiah. Karya pemenang utama berpeluang diproduksi dan diadopsi sebagai batik resmi karyawan ShopeePay dan SPayLater. Skema tersebut membuka jalur bagi karya kreator lokal untuk masuk ke tahap pemanfaatan secara nyata.
Pemenang utama akan memperoleh hadiah tunai Rp30 juta, sertifikat penghargaan, serta kesempatan melihat desainnya diproduksi dan digunakan sebagai batik resmi karyawan. Sementara itu, dua finalis terbaik masing-masing mendapatkan saldo atau voucher ShopeePay senilai Rp5 juta, sertifikat penghargaan, dan kesempatan menampilkan karya bersama desain terpilih lainnya.
Dari perspektif bisnis, langkah ini memperlihatkan arah ekspansi perusahaan pembayaran digital yang semakin melebar. Persaingan tidak lagi hanya berkutat pada jumlah transaksi atau akuisisi pengguna, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun ekosistem di sekitar komunitas dan pelaku usaha.
Batik menjadi salah satu pintu masuk karena sektor ini memiliki rantai ekonomi yang panjang, mulai dari perajin, produsen, desainer, koperasi, komunitas, hingga pelaku usaha yang menjual produk melalui kanal digital.
Dengan menggandeng berbagai lapisan tersebut, ShopeePay dan SPayLater berpotensi memperluas basis ekosistemnya sekaligus menempatkan layanan pembayaran dan keuangan digital lebih dekat dengan aktivitas bisnis UMKM.
Kompetisi “Corak Cerita Nusantara” juga membawa pesan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya berbicara mengenai transaksi elektronik. Kreativitas, identitas lokal, dan inovasi produk menjadi bagian dari strategi untuk membawa pelaku usaha tradisional masuk ke ekonomi digital yang lebih luas.
Di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif, ruang tersebut menjadi semakin penting bagi perusahaan teknologi finansial. Basis UMKM yang besar menawarkan peluang untuk memperluas penggunaan layanan pembayaran sekaligus menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelaku usaha yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Melalui kompetisi ini, ShopeePay dan SPayLater mengajak kreator serta UMKM batik menjadikan budaya Nusantara sebagai sumber inovasi. Perusahaan juga membuka peluang agar talenta Indonesia ikut membentuk identitas baru ShopeePay dan SPayLater melalui karya mereka sendiri.
Di sisi lain, perusahaan mengingatkan peserta untuk mewaspadai pihak yang mengatasnamakan panitia kompetisi. Informasi resmi terkait “Corak Cerita Nusantara” diminta diperoleh melalui kanal resmi ShopeePay dan SPayLater. Peserta juga diimbau tidak memberikan data pribadi maupun melakukan pembayaran kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.




