Moneter.co.id – Perusahaan minyak dan gas terbesar di China, PetroChina
International Companies berencana mengelola dua blok migas yang ada di
Indonesia Timur. Rencana tersebut masih dalam kajian atau studi bersama dengan
perusahaan existing di wilayah
tersebut.
Vice President
Supply Chain Management & Operator Support Petrochina Gusminar mengatakan studi tersebut
diharapkan bisa selesai tahun ini. Namun, ia enggan merinci blok apa saja yang
sedang dijajaki perusahaan.
“Yang
baru kita lagi joint study yang ada
di Papua dan akan selesai tahun ini Insya Allah,” ucap Gusminar di
Jakarta, Senin (2/04).
Untuk merealisasikan proyek itu, PetroChina menganggarkan
dana sebesar USD100 juta atau setara Rp1,37 triliun (Rp13.700 per USD). “Untuk USD100 juta itu (alokasinya) tidak dibatasi jadi
tergantung dari iklim investasi saat ini. Jadi fleksibel saja untuk
investasi,” bebernya.
Hingga saat ini, PetroChina sudah mengelola sebanyak 9 blok
migas di negeri Garuda. Maka dari itu, perusahaan akan fokus untuk
mengembangkan bisnisnya di Indonesia Timur.
“Saat ini kita fokus di timur, karena kita menyadari di
timur secara infrastruktur di sana masih kurang. Kita ingin ikut kembangkan
kawasan di sana,” tegas Gusminar.
(HAP)




