MONETER
–
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel (BSB) diminta lebih agresif
dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga ke daerah pelosok. Hal ini
dikarenakan sebagai bank daerah, BSB sepatutnya menyasar para pelaku Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan pinjaman berkisar Rp3 juta
hingga Rp25 juta.
“Saya
mendapatkan permintaan masyarakat untuk dibantu modal usaha, dan saya harapkan
BSB dapat membantu ini karena ada program KUR,” kata Gubernur Sumatera Selatan Herman
Deru, Senin (20/6/2022).
Katanya, bantuan modal program KUR yang rendah bunga
itu akan membantu masyarakat yang ingin bangkit dari pandemi COVID-19. Apalagi,
bantuan ini juga dapat diakses secara berkelompok sehingga dapat mengatasi
persoalan persyaratan adanya jaminan.
“Sudah bagus ada program CSR bantuan peralatan untuk
UMKM, tapi yang lebih bagus jika BSB bisa menyalurkan KUR secara merata ke
masyarakat,” kata Herman Deru.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel
Antonius Prabowo Argo mengatakan perusahaannya menargetkan dapat menyalurkan KUR
senilai Rp1,5 triliun pada 2022 sesuai dengan alokasi yang diberikan
pemerintah. “Alokasi itu meningkat jika dibandingkan 2021 yang hanya Rp1
triliun,” jelasnya.
“Tahun lalu, kami merealisasikan penyaluran KUR hingga
Rp944,7 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 19.076 atau mencapai 94,47
persen. Karena itu, tahun ini alokasi ditambah,” kata Antonius.
Untuk mencapai target itu BSB tetap akan menjalankan
strategi sebelumnya yakni membangun beragam kluster bisnis untuk kalangan
pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di antaranya kluster pertanian,
kluster kuliner, kluster fesyen dan lainnya.
Selain itu, BSB juga akan melakukan ekspansi dalam
penyaluran KUR ini yakni merambah daerah-daerah yang belum tersentuh program
ini.
Berdasarkan data OJK Sumsel diketahui penyaluran
kredit UMKM di daerah setempat mengalami peningkatan secara bertahap sejak
empat tahun terakhir. Jika diamati, pada 2018 diketahui kontribusi kredit UMKM
sebesar 31,9 persen atau senilai Rp26,4 triliun, dan pada 2019 sudah mencapai
32,3 persen atau senilai Rp27,7 triliun.
Sementara itu per November 2020 sudah mencapai 31,5
persen atau senilai Rp27,1 triliun terhadap total kredit di Sumsel Rp86,1
triliun. Sementara pada 2021, porsi kredit UMKM mencapai 34,14 persen dari
total penyaluran kredit Rp91 triliun.
Sumsel juga mampu merealisasikan penyaluran KUR hingga
4,4 triliun pada 2021 sehingga pada 2022 mendapatkan alokasi tambahan dari
pemerintah menjadi Rp8 triliun.




